Logo Header Antaranews Makassar

Vale Targetkan Peningkatan Produksi Nikel 70 Persen

Senin, 10 Oktober 2011 19:48 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - PT Vale Indonesia Tbk menargetkan peningkatan produksi nikel mencapai 70 persen per tahun hingga lima tahun ke depan dari 73 ribu metrik ton menjadi 90 ribu metrik ton.

Target tersebut dikemukakan oleh CEO PT Vale Indonesia Murilo Ferrera di Makassar, Senin, usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo, mewakili Vale Canada Limited, perusahaan pemilik saham sebesar 58,73 persen atas PT Inco Tbk, perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel yang kini bernama PT Vale Indonesia Tbk.

Pihaknya, mengutarakan komitmennya untuk terus tumbuh dan berkembang di Sulsel. "Kami sangat senang berinvestasi di Sulsel karena budaya masyarakat dan pertumbuhan yang dilihat selama ini,"ujarnya.

Ia mengatakan, pertemuannya dengan gubernur sama sekali tidak membicarakan mengenai lahan konsesi tambang tapi hanya membicarakan pertumbuhan kinerja di Indonesia, masa depan bersama dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, menjelaskan, dalam pertemuan PT Vale Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan produksi secara signifikan melalui optimalisasi lahan dengan filosofi kerja yang lebih tekun dan berharap semakin baik.

Ia mengingatkan, agar perusahaan tersebut menyadari bahwa mereka beroperasi di Sulsel dengan sumber daya alam yang terkait dengan kepentingan rakyat dan bangsa. "Jangan hanya untung sendiri tapi lebih banyak untuk kebersamaan dan keberuntungan seluruh masyarakat terutama masyarakat sekitar tambang," ujarnya.

Nikel, kata dia, memiliki prospek cerah ke depan dan diyakini bersama memiliki energi yang besar. Menyadari hal itu, gubernur mengajak perusahaan tersebut untuk bekerjasama dengan baik.

"Kita akan lihat, ini kan manajemen baru, tentu saja kita berharap ada hal-hal yang dapat ditingkatkan. Saya tekankan manajemen yang baru harus terus berbagi informasi dengan pemerintah daerah sehingga kita bisa mendukungnya secara maksimal dan benar. Kalau dia terlalu jauh seperti manajemen yang lalu kita punya persepsi beda-beda, sementara saya juga akan mempertahankan kepentingan rakyat," jelasnya.

Soal optimalisasi lahan konsesi tambang seluas 118 ribu hektare, ia menegaskan, kepentingan pemerintah provinsi semata-mata hanya untuk rakyat. Jangan sampai ketika habis tambang rakyat menjadi sengsara. "Kalau Inco untung rakyat harus bisa merasakannya sesuai dengan perintah Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33," katanya.

Pemerintah, lanjutnya, juga harus menjanjikan kepastian dan membuat investor merasa didukung dengan cara-cara normatif. "Kita dukung, kerja saja, tapi perhatikan karyawanmu, jangan ada PHK, pakai sumber daya manusia di sini, kalau tidak mampu kasih pendidikan, jangan rusak lingkungan," katanya. (T.KR-RY/B012)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026