Logo Header Antaranews Makassar

Sekda Majene ajak ASN dan masyarakat salurkan zakat melalui BAZNAS

Minggu, 12 Desember 2021 19:29 WIB
Image Print
Sekertaris Daerah Kabupaten Majene Ardiansyah (kiri) pada sosialisasi Instruksi Bupati Majene Nomor 3 tahun 2021 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat dan Infaq bagi Aparatur Sipil Negara/kariawan BUMD lingkup Pemerintah Kabupaten Majene. ANTARA/HO/Humas Pemkab Majene

Mamuju (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kabupaten Majene di Provinsi Sulawesi Barat, Ardiansyah mengajak kalangan Aparatur Sipil Negara dan masyarakat di daerah itu agar menyalurkan zakat, infaq dan shadaqoh melalui lembaga resmi yaitu Badan Amil Zakat (BAZNAS) setempat.

"Selain menjadi rukun Islam yang ketiga, keterlibatan BAZNAS menjadi hal yang penting dan strategis bagi Pemerintah daerah," kata Ardiansyah, Ahad.

Hal itu disampaikan Ardiansyah pada sosialisasi Instruksi Bupati Majene Nomor 3 tahun 2021 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat dan Infaq bagi Aparatur Sipil Negara/kariawan BUMD lingkup Pemerintah Kabupaten Majene.

"Apalagi , jika dikaitkan dengan jumlah penduduk miskin di Majene yang masih berkisar 24.ribu jiwa atau 13,79 persen," tambahnya.

Walaupun jumlahnya setiap tahun berkurang namun Ardiansyah mengakui, penanganan persoalan penduduk miskin masih lambat.

Sedangkan untuk mengandalkan APBD lanjutnya, tidak akan mampu.

Baca juga: Baznas Sulbar gelar pelatihan guna membentuk relawan bencana

Baca juga: ASN Sulbar diminta keluarkan zakat 2,5 persen ke baznas

Sehingga menurut Sekkab, perlu akselerasi pendekatan komprehensif berdasarkan akidah Islam.

"Mengentaskan kemiskinan melalui gerakan kesalehan sosial yaitu zakat, infaq dan shadaqoh yang juga sesuai dengan konsep religius dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Majene," ujarnya

"Saya percaya, gerakan membayar zakat, infaq dan shadaqoh akan mampu membantu persoalan kemiskinan. Angka 13.7 persen akan turun hingga ke satu digit. Kalau semua terlibat justru hati akan merasa kaya, karena kita bisa memberi," papar Ardiansyah.

Ia juga berharap, kepengurusan BAZNAS Majene akan berjalan sukses dan secara transparan termasuk penyaluran yang tepat sasaran.

Sementara, Ketua Baznas Majene KH Saukaddin Gani menyampaikan, selama lima tahun, yakni sejak 2017-2021, BAZNAS berusaha semaksimal mungkin dalam melaksanakan tupoksinya, yaitu sebagai mitra pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan upaya mengentaskan kemiskinan.

"Hanya saja, dari potensi zakat ASN untuk 4.200 orang masih belum mencapai target, atau hanya 50 persen dari yang direncanakan," tuturnya.

"Ada beberapa faktor capaian target itu tidak terpenuhi, diantaranya belum ada kesadaran para muzakki untuk menyalurkan zakatnya di BAZNAS serta adanya anggapan masyarakat yang menyamakan shadaqoh dan infaq adalah bagian dari zakat, termasuk kondisi COVID-19 yang sangat mempengaruhi," jelas KH Saukaddin Gani.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026