
Bupati Bekali Bumdes Kiat Berbisnis

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah mengatakan, perkembangan bisnis mengalami pasang surut, terutama bila usaha itu masih merupakan usaha baru, tentunya tidak bisa langsung berhasil, namun tidak boleh putus asa.
Harus terus dicoba dan mencari peluang, kata Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah saat membeberkan kiat dalam berbisnis di depan Direksi dan Pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) se Kabupaten Bantaeng, Jumat.
Menurut Bupati, kehadiran Bumdes yang sudah memasuki tahun ketiga di Bantaeng, pasti ada yang tidak berhasil. Ada yang hanya jalan ditempat atau mungkin ada yang sudah merugi.
Bagi seorang bisnismen, hal seperti itu biasa. Tapi, harus terus mencoba dan mencari peluang, ujarnya. Meski begitu, Bupati Bantaeng mengemukakan kesyukurannya karena program ekonomi rakyat ini sudah berjalan.
"Saya bersyukur karena program ini sudah berjalan dibandingkan daerah lainnya yang baru sebatas konsep," ujarnya.
Ia mengemukakan fungsi Bumdes yang bertujuan mengawal sektor perekonomian desa sesuai potensinya masing-masing agar menjadi lokomotif pembangunan di desa.
Dengan demikian, Bumdes diharapkan menangani kegiatan perekonomian desa mulai dari pra hingga produksi serta mengelola sumber-sumber potensi yang ada di setiap desa.
Bupati kemudian menyebut sejumlah potensi yang dapat dikelola seperti pengembangan kawasan wisata, atau menyiapkan kebutuhan Saprodi serta sedapat mungkin memperluas jaringan melalui kerjasama berbagai pihak, termasuk Sistem Resi Gudang (SRG).
Melalui kerjasama SRG, Bumdes dapat menyangga produksi petani untuk mencegah anjloknya harga di tingkat petani, terutama pada saat produksi melimpah.
Dalam kondisi seperti itu, Bumdes dapat berperan menyimpan produksi tersebut di SRG agar petani tetap mendapat dana. "Jadi, produksi petani tidak dijual murah. Tetapi disimpan di SRG agar kualitasnya terjamin dan pada saat harga membaik, SRG dapat melakukan lelang komoditas. Hasilnya dikembalikan ke petani pemilik produksi," urainya.
Mengenai rumput laut, Bupati juga berharap dilakukan penanganan dari Bumdes sebab SRG kita dilengkapi mesin pengering (dryer).
Peluang usaha tetap terbuka lebar dan yang paling serius memerlukan penanganan lebih dan menjadi ancaman dunia adalah masalah krisis pangan.
Kebutuhan pangan dunia 25 tahun ke depan akan mengalami lonjakan 70 persen dari sekarang. Karena itulah, pemanfaatan lahan secara maksimal sangat dibutuhkan guna mengantisipasi ancaman krisis pangan dunia tersebut, urainya.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM Pemdes) Meyriyani pada kesempatan itu melaporkan berbagai kegiatan yang dilakukan sejak lembaga ekonomi desa (Bumdes) tersebut hadir di tengah masyarakat.
Bumdes yang sudah hadir pada setiap desa dan mendapat pembinaan langsung dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sesuai jenis dan unit usahanya itu kini terus berkembang, ujarnya. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
