
Suntik Vitamin C Bisa Sebabkan Ginjal

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Suntikan vitamin C untuk kecantikan (mengencangkan kulit muka) hendaknya dilakukan secara berhati-hati sebab bila keseringan atau salah penggunaan, bisa berakibat terhadap ginjal.
Dokter Spesialis Penyalit Kulit dan Kelamin Sri Rubiati Sembiring mengatakan itu saat berbicara pada seminar sehari Peningkatan Peran Masyarakat untuk Mencegah Efek Pelayanan Kesehatan di Balai Kartini Bantaeng, Kamis.
Sri Rubiati pada seminar yang dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng Hj Lies F Nurdin dan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan dr Hj Takudaeng, M.Kes membawa materi "Tetap Cantik dari Masa ke Masa".
Menurut dia, suntikan vitamin C harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien yang memiliki aspek sensitivitas sendiri-sendiri. Jika salah diagnosa, bisa menimbulkan reaksi.
Selain itu, bila keseringan akan berdampak pada ginjal. Karena itulah, dokter tidak menganjurkan perawatan suntik vitamin tersebut pada orang sehat. "Mungkin bisa dilakukan sebulan sekali untuk terapi jerawat bagi penderita jerawat bandel," ucapnya.
Menjawab pertanyaan mengenai penggunaan krim pemutih, Sri mengatakan, bahan pemutih yang mengandung mercuri bisa menyebabkan kanker kulit.
"Selama ini, banyak yang menggunakan krim pemutih yang instan berbahan mercuri, padahal itu berbahaya. Bisa jadi, kulitnya justru menjadi hitam," tambahnya seraya mengatakan, lebih baik putih bertahap tapi tetap aman.
Ia kemudian menyarankan agar tetap menggunakan tabir surya. Jangan hanya krim pemutih, urainya seraya berharap kepada pasien untuk menghubungi langsung ke dokter ahli dan melakukan perawatan rutin, olahraga dan makan teratur serta berimbang.
Salah satu perawatan alami yang penting adalah dengan memakan buah yang banyak mengandung vitamin C ditambah sayur dan kacang-kacangan agar kulit tetap elastis.
Menurut dia, dengan perawatan kulit teratur dan tepat akan memberi struktur kulit yang baik sehingga terlihat cantik.
Khusus kulit yang sudah sehat hanya diperlukan pencegahan (facial care) sedang yang sudah rusak dilakukan pengobatan (facial treatmen) serta perawatan peremajaan.
Ini penting sebab setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda sehingga diperlukan identifikasi agar penggunaan kosmetiknya juga tepat.
Yang penting diketahui, tambahnya lagi, ultra violet (matahari) pada jam 10.00 hingga pukul 16.00 dapat merusak kulit karena itu tetap gunakan tabir surya agar terlindung dari matahari, ujarnya. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
