
Perlu Percepatan Infrastruktur di Pulau Komodo

Kupang (ANTARA News) - Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Abraham Paul Lyanto meminta pemerintah setempat untuk mempercepat dan memperkuat pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) dan sekitarnya.
Hal ini lanjut Paul Lyanto sebagai bagian dari dukungan pemerintah NTT terhadap pemerintah kabupaten dalam menghadapi kemungkinan lonjakan pengungjung ke daerah tersebut.
Hal ini seiring dengan, penetapan sementara posisi Komodo yang masuk dalam salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
"Saya justru khawatir pemerintah daerah akan kewalahan dan tidak mampu memberikan layanan maksimal kepada pengunjung karena keterbatasan infrastruktur di daerah tersebut," kata Paul Lyanto di Kupang Senin.
Dia mengatakan, dari aspek geografis, ada sejumlah hal yang patut menjadi perhatian secara bersama-sama pemerintah daerah setempat dan pemerintah provinsi untuk memperkuat dan mengembangkan sejumlah fasilitas pendukung di daerah tersebut, seperti dermaga untuk kapal pengunjung, lapangan udara serta jalan trans Flores.
Menurut dia, hal ini penting, agar akses informasi dan komunikasi bisa semakin dibuka, untuk memberikan daya tarik yang lebih baik dari setiap peminat dan penikmat wisata alam ke pulau Komodo, yang pada akhirnya akan berdampak kepada peningkatan ekonomi warga di daerah tersebut.
Selain itu, lanjut dia, penting juga dibuka wadah informasi secara bersama oleh setiap bupati di sepanjang pulau Flores hingga Lembata, dalam kaitan memperkenalkan sejumlah potensi dan obyek wisata yang dimiliki di masing-masing daerah.
Hal ini penting, agar para pengunjung baik yang datang dari luar negeri maupun dari dalam negeri yang menyinggahi Komodo, bisa mendapatkan kesempatan serta pilihan lain untuk bisa melakukan kunjungan ke sejumlah obyek dan potensi wisata di daerah lainnya, sesuai dengan informasi yang diberikan tersebut.
"Boleh jadi setelah dari Komodo ada turis yang mau ke Kelimutu di Ende, kemudian Flores Timur dengan tradisi keagamaannya pada Jumat Agung, ke Lembata untuk wisata budaya penangkapan ikan Paus dan lain sebagainya," kata dia.
Karena itu, penting bagi pemerintah selain mempersiapkan infrastruktur pendukung yang memadai, juga memperkuat promosi wisata secara berkelanjutan dan terintegrasi di sejumlah daratan tersebut.
Hal penting lainnya yang juga harus menjadi perhatian pemerintah menurut Paul Lyanto adalah peningkatan sumber daya manusia di setiap daerah tempat kunjungan wisata, termasuk di Komodo, agar bisa menampakan suasana yang nyaman bagi wisatawan.
"Jika sumber dayanya dari aspek pengetahuan tempat wisata dan nilai kebiasaan budaya setempat yang pas-pasan justru akan memberikan dampak buruk, wisatawan akan kecewa dan tidak puasa dengan layanan kunjungannya tersebut," kata dia.
Sebaliknya, kata dia, dengan sumber daya manusia yang baik, maka akan memberikan sejumlah peluang bagi masyarakat untuk bagaimana menciptakan sejumlah peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif di sekitar lokasi wisata yang ada, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup ekonomi rumah tangganya.
"Dengan demikian saya yakin kesejahteraan masyarakat bisa secara perlahan bisa ditingkatkan, dan inilah tujuan dari pengembangan wisata di suatu daerah," kata Paul Lyanto yang juga ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT itu.
Dia berharap, kerja sama antarlembaga di setiap level pemerintah yang ada di daerah hingga ke tingkat provinsi harus terus dibangun, agar semua peluang yang sudah mulai terbuka.
"Dengan masuknya Komodo dalam daftar sementara "new7wonders of Natura" tersebut, bisa memberikan dampak baik bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan tersebut. (T.pso-295/B008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
