
Menkokesra Tinjau Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Bantuan rumah tipe 36 dengan konstruksi regel sebanyak 11.600 unit tersebut tersebar di enam kabupaten/kota di wilayah provinsi kepulauan itu, masing-masing Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Belu dan Kabupaten Alor.
Menkokesra Agung Laksono saat berdialok dengan masyarakat, mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah.
?Rumah yang dibangun diharapkan dapat dimanfaatkan secara baik. Pemerintah daerah diminta untuk membantu mengurus sertifikat tanah sehingga ke depan tidak ada masalah tanah,? kata Agung Laksono.
Menurutnya, pemerintah akan terus memberikan kepedulian maupun perhatian untuk membantu masyarakat, sehingga dapat menekan angka kemiskinan untuk mencapai kesejahteraannya.
Camat Kupang Tengah Ferry Manafe, pada kesempatan yang sama, meminta pemerintah melalui Menkokesra untuk membantu jaringan air bersih di lokasi pembangunan rumah masyarakat berpenghasilan rendah tersebut, mengingat wilayah itu sangat jauh dari akses air bersih. ?Masyarakat harus jalan kaki beberapa kilometer untuk mengambil air demi pemenuhan kebutuhan air bersih dalam rumah tangganya,? kata Manafe.
Sejumlah warga mengaku bantuan rumah yang diberikan pemerintah sangat membantu karena selama ini mereka tinggal dan menetap di rumah-rumah sederhana yang sangat tidak layak, karena ketiadaan fasilitas seperti mandi cuci dan kakus (MCK).
Gubernur NTT, Frans Leburaya mengatakan, secara keseluruhan, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI mengalokasikan dana sebesar Rp1 triliun untuk mendanai pembangunan 29.992 rumah di enam kabupaten di NTT yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Belu, dan Alor.
Pembangunan rumah dilakukan selama dua tahun hingga 2012 yang akan dibagikan kepada warga miskin NTT dan warga eks pengungsi Timor-Timur.
Menurut Leburaya, ribuan rumah yang dibangun, dibagi dua program yakni perumahan swadaya sebanyak 20.230 unit terdiri dari rumah baru swadaya 6.070 unit, dan peningkatan kualitas rumah swadaya sebanyak 14.160 unit.
Rumah swadaya adalah rumah sederhana yang sudah ditempati eks pengungsi, namun sebanyak 6.070 unit di antaranya saat ini dalam kondisi rusak berat, dan akan dirobohkan untuk dibangun baru, sisanya 14.160 unit tersebut hanya mengalami rusak ringan.
Adapun rumah khusus berjumlah 9.762 unit terdiri dari rumah untuk warga eks pengungsi Timor-Timur yang masih bermukim di kamp pengungsian berjumlah 4.762 unit, sedangkan 5.000 unit lainnya akan diberikan kepada warga miskin NTT.
Gubernur mengatakan, kedatangan menteri juga ingin melihat dari dekat apakah pembangunan rumah tidak menyimpang dari yang sudah ditentukan, termasuk bahan-bahan yang digunakan, jumlah kamar, dan luas rumah.
Setelah hasil pantauan lapangan itu, menurut Gubernur Lebu Raya, kedua menteri akan menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur dan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SPKD) guna memperoleh masukan secara menyeluruh mengenai perkembangan pembangunan rumah tersebut. (T.pso-295/B012)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
