Logo Header Antaranews Makassar

Kabupaten Paser Belajar Pertanian di Bantaeng

Kamis, 17 November 2011 20:40 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah daerah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) dalam upaya mengantisipasi keterbatasan potensi alam yang tidak terbarukan, belajar pertanian di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

"Kami datang belajar karena menyadari potensi alam yang selama ini dalam bentuk batu bara sudah tidak terbarukan. Suatu ketika batu bara akan habis," kata Harsoyo yang memimpin rombongan berjumlah 11 orang itu di Bantaeng, Kamis.

Kasubag Perencanaan Badan Ketahanan Pangan Pemda Kabupaten Paser Kaltim itu mengatakan, selama ini batubara member sumbangan 70 persen terhadap PDRB, sementara sektor pertanian hanya 18 persen, sisanya industri.

Sektor lain yang menjadi unggulan adalah kelapa sawit yang luasnya mencapai 300 ribu Ha lebih, termasuk yang dikelola swasta. Dengan luas wilayah yang mencapai 11 ribu kilometer persegi lebih, Pemda berharap dapat memacu sektor pertanian.

Karena itulah, lanjutnya, kami ke Bantaeng membawa rombongan dari Bappeda, Perindag, Kelautan dan Perikanan, bagian perencanaan, Dinas Pertanian, tanaman pangan dan instansi/lembaga terkait lainnya.

Sekda HM Yasin menyambut baik keinginan Pemda Kabupaten Paser untuk belajar sektor pertanian. "Kedatangan bapak dan ibu sangat tepat karena Bantaeng kini mengembangkan pertanian berbasis teknologi," urainya.

Sekda didampingi Kepala Bappeda H Zainuddin Tahir, Staf Ahli Bupati Bantaeng bidang Pertanian Dr Mokhtar Nawir, Kadis Kesehatan dr Hj Takudaeng, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Meyriyani, Kepala Badan Ketahanan Pangan Muh Zainuddin, Kabag Perekonomian Ratna Lantara dan sejumlah pejabat lainnya.

Menurut HM Yasin, pengembangan pertanian tidak hanya dimaksudkan mengantisipasi kebutuhan sendiri, tetapi juga mengantisipasi kekhawatiran terjadinya krisis pangan dunia akibat perubahan iklim.

"Orang bisa saja menunda beli mobil, rumah dan lainnya, namun kebutuhan makan tidak bisa ditunda. Karena itulah, Bantaeng kini memacu pengembangan pangan berbasis teknologi agar juga dapat memenuhi kebutuhan daerah lainnya," ujarnya.

Pada pengembangan komoditi unggulan tersebut, Bappeda telah membuat zonasi yang membangi tiga bagian masing-masing zona pesisir, dataran rendah dan dataran tinggi, tambah Kepala Bappeda H Zainuddin Tahir.

Masing-masing zona memiliki unggulan sendiri-sendiri seperti pengembangan rumput laut pada zona pesisir, tanaman pangan (padi, jagung, talas) pada dataran rendah dan pengembangan apel, strawberry, kentang, dan tanaman agro lainnya pada zona dataran tinggi.

Kadis Kesehatan Hj Takudaeng juga memaparkan sektor pelayanan kesehatan dasar melalui Brigade Siaga Bencana (BSB) dan Kepala BPM dan Pemdes Meyriyani mengungkap pelaksanaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). (T.KR-HK/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026