
Poundsterling capai nilai tertinggi terhadap Euro sejak akhir Februari 2020
Jumat, 31 Desember 2021 20:46 WIB

Selera risiko didukung oleh tanda-tanda upaya pengendalian dampak ekonomi dari pandemi oleh pemerintah-pemerintah melalui pelonggaran peraturan isolasi alih-alih melakukan penguncian, meski angka virus corona mencapai tingkat yang sangat tinggi.
Poundsterling merupakan mata uang risk-on yang akan diuntungkan dari stimulus fiskal dan finansial besar serta perkiraan pandemi yang lebih jinak, kata kepala bagian risiko dari Ebury, Enrique Diaz. Target jangka pendeknya adalah pada level sebelum pandemi yakni 83 pence per Euro.
Bahkan dengan penghapusan akomodasi moneter, bank sentral akan meninggalkan kebijakan stimulatif yang signifikan di masa mendatang. Ini positif untuk mata uang risk-on dan positif untuk sterling, tambahnya.
Sterling naik 0,2 persen terhadap Euro pada 83,7 pence per euro, level tertinggi sejak 26 Februari 2020. Sterling naik 0,1 persen terhadap dolar pada 1,3516 dolar, dalam jarak yang sangat dekat dari angka tertinggi sejak 10 November.
Saat ini, pasar memperkirakan peluang sekitar 95 persen dari kenaikan suku bunga 100 basis poin dari Bank of England pada akhir 2022.
Sumber: Reuters
Pewarta : Aria Cindyara
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
