
Sulsel Terapkan Pendidikan Karakter Melalui Kantin Kejujuran

Makassar (ANTARA News) - Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menerapkan pola pendidikan karakter melalui kantin kejujuran di tingkat SD dan SMP.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Sulsel Patabai Pabokori menjelaskan, di Makassar, Selasa, melalui kantin kejujuran diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter dan berakhlak mulia. Pelaksanaan program ini telah disepakati dalam nota kesepahaman bersama oleh gubernur, kepala kejaksaan tinggi dan negeri, bupati serta wali kota.
"Di kantin kejujuran siswa sekolah mulai diberi bimbingan karakter kejujuran. Di kantin tidak ada yang jaga, anak-anak mengambil barang sendiri, membayar sendiri dan mengambil kembalian sendiri. Kemudian di dalam lingkungan sekolah diciptakan lingkungan yang berkarakter," jelasnya.
Pola pendidikan karakter juga dilakukan melalui gerakan Pramuka yang terintegrasi dengan Kepolisian Daerah Provinsi Sulsel dan Sulbar tentang pendidikan kewarganegaraan termasuk disiplin berlalu lintas.
"Di sekolah juga dibangun budaya saling menyapa antara murid dan guru, murid dengan murid, sebelum masuk kelas ada pencerahan dari kepala sekolah atau guru secara rutin menyangkut kejujuran serta dibangun suasana keagamaan," tambahnya.
Penerapan pola pendidikan karakter melalui kantin kejujuran tersebut, kata dia, terpadu dengan seluruh instansi terkait. Sebanyak 15 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung dari sisi permodalan usaha kantin yaitu Rp3 juta untuk SD dan Rp5juta untuk SMP.
Dinas pendidikan provinsi dan kabupaten menyiapkan tempat kantin, dinas kesehatan terlibat dalam penyuluhan penyajian makanan bergizi dan sehat, dinas pertanian dan kehutanan menghijaukan sekolah dengan tanaman pangan.
Dinas koperasi memberikan pelatihan administrasi terhadap pengelola kantin, dinas perindustrian dan perdagangan menjadi jembatan untuk mempertemukan produsen dan konsumen, sehingga harga jual lebih murah karena harga pabrik. (T.KR-RY/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
