
Peserta Safari Jurnalistik Dialog dengan Bupati Bantaeng

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Peserta safari jurnalistik gabungan media massa cetak dan elektronik melakukan dialog dengan Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah di Bantaeng, Minggu.
Peserta safari jurnalistik bersama Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Komunitas Intelejen Daerah (Kominda), FKDM dan Badan Kesbangpol berjumlah 150 peserta.
Kepala Kesbangpol Sulsel yang diwakili Kabid Hubungan Antar Lembaga, Farida Burhanuddin mengatakan, kegiatan gabungan antara jurnalis dan lembaga sosial kemasyarakatan ini dibagi empat wilayah.
Wilayah I meliputi Kabupaten Luwu, Palopo, Luwu Utara dan Luwu Timur dipusatkan di Kota Palopo dan dilaksanakan awal Desember 2011, sedang wilayah II meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai dan Selayar dipusatkan di Bantaeng saat ini.
Wilayah III meliputi Kota Parepare, Pinrang, Enrekang, Sidrap, Toraja, Toraja Utara dipusatkan di Kabupaten Enrekang dan dilaksanakan 2 Desember 2011. Wilayah IV meliputi, Maros, Pangkep, Barru, Bone, Soppeng dan Wajo dipusatkan di Soppeng.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, pihaknya lebih mudah melakukan pembangunan dan pengawasan sosial berkat kerjasama terpadu yang sudah terbangun dengan berbagai pihak terutama dengan Muspida.
Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, melalui kebersamaan yang sudah terbangun tersebut, pihaknya lebih mudah memantau kehadiran orang asing, terlebih struktur wilayah yang terbuka karena terdiri atas pesisir.
Khusus orang asing, Pemda telah bekerjasama Kantor Imigrasi membentuk Tim Koordinasi Pengawasan Orang Asing (Sipora). Pembentukan tersebut merupakan yang ketiga di Sulsel setelah Pinrang dan Kota Makassar.
Dari sisi layanan kesehatan, seluruh masyarakat Bantaeng telah terjangkau. "Tidak satupun warga yang tidak terlayani secara gratis. Pelayanan tersebut tanpa kecuali dan tidak membeda-bedakan struktur ekonomi dan sosial," urai Bupati.
Ia kemudian mengatakan, layanan sosial berbasis Brigade Siaga Bencana (BSB) tersebut dilengkapi 20 dokter dan tenaga perawat yang siaga 24 jam. Tim BSB menjemput dan mengantar warga yang sakit tanpa bayaran.
Bahkan dilakukan perawatan di tempat. "Bila bisa ditangani di tempat, tidak perlu dibawa ke rumah sakit. Bahkan pemerintah Jepang telah membantu lima unit ambulance setelah dua unit terbaru tiba di Bantaeng beberapa hari lalu," ujarnya.
Ditanya mengenai kesiapan fasilitas wisata di Bantaeng, Bupati HM Nurdin Abdullah mengatakan, saat ini sedang dilakukan penataan infrastruktur dan diharapkan 2-3 tahun ke depan fasilitas tersebut sudah siap.
Fasilitas wisata Bantaeng meliputi wisata pantai Marina Korong Batu, permandian alam Ere Merasa, air terjun Bissappu, kawasan agrowisata apel, strawberry dan bunga di Kecamatan Ulu Ere dan beberapa kawasan wisata budaya lainnya.
Bupati Bantaeng pada kesempatan itu juga membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo yang antara lain meminta peran aktif media untuk mendorong dan memelihara kerukunan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Masyarakat juga diharap memahami dan melakukan kewaspadaan dini terhadap potensi ancaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Itulah sebabnya dipertemukan para pihak agar lahir pemikiran baru untuk mencerahkan potret buram dan jati diri bangsa yang akhir-akhir ini meresahkan," ujar Gubernur.
"Bangkitkan jiwa dan semangat kebangsaan. Kita patut memahami bahwa untuk berkompetisi dengan bangsa lainnya diperlukan daya saing tanpa harus meninggalkan nilai luhur bangsa Indonesia yang telah diikrarkan dalam Sumpah Pemuda," ucapnya. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
