
Ibu rumah tangga serbu minyak goreng kemasan di toko retail di Makassar

Makassar (ANTARA) - Para ibu rumah tangga di Kota Makassar dan kabupaten/kota di sekitarnya menyerbu minyak goreng kemasan di toko retail yang memberikan potongan harga menggiurkan dari harga pasaran Rp40.000 per 2 liter menjadi Rp28.000 per 2 liter.
"Minyak goreng serupa jika dibeli di pasar masih harga Rp40 ribu hingga Rp40 ribu per 2 liter, tapi di sini hanya ditebus Rp28 ribu untuk volume yang sama," kata salah seorang pembeli kemasan Masniah yang ikut antrean membeli minyak goreng di salah satu toko retail di Makassar, Rabu.
Dia mengatakan, kesempatan untuk mendapatkan minyak goreng murah di tengah melonjaknya harga minyak goreng sejak akhir 2021, menjadi momen yang memicu ibu-ibu rumah tangga menyerbu toko retail di Kota Makassar.
Hal senada dikemukakan ibu rumah tangga lainnya, Asrianti yang berdomisili di Kabupaten Maros saat dikonfirmasi.
Baca juga: UKM bersyukur atas pemberlakuan minyak goreng satu harga
Baca juga: Pemerintah jamin pendistribusian 1,2 miliar liter minyak goreng mulai pekan ini
Menurut dia, minyak goreng kemasan dan jerigen sejak pagi sudah mulai diserbu ibu-ibu rumah tangga, sehingga jelang siang sudah habis stoknya.
"Saya masih sempat dapat dua kemasan 2 liter, namun ibu-ibu yang di belakang saya sudah tidak kebagian lagi," ujarnya.
Baca juga: BUMN operasi pasar 3,7 juta liter minyak goreng sampai Mei 2022
Menyikapi kondisi tersebut Humas Perumda Pasar Makassar Raya, Muh Idris mengatakan, kondisi ini dapat mengancam pedagang pasar tradisional yang akan semakin ditinggalkan konsumen, karena adanya perbedaan harga yang sangat menyolok.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, pihak terkait yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Makassar sudah turun ke lapangan melakukan pemantauan dan pendataan yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan.
Sementara aksi borong ibu-ibu di toko retail sangat disayangkan, karena pihak penjual tidak memberikan batasan pembelian agar kebutuhan minyak goreng dan pemanfaatannya bisa lebih merata.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
