
KONI Sulsel Prihatin Dapat Dana PON Minim
Selasa, 27 Desember 2011 11:41 WIB

Dana yang diberikan pemerintah provinsi Sulsel untuk persiapan atlet menghadapi PON 2012 hanya Rp17 miliar dari yang diajukan sebesar Rp40 miliar, kata Wakil Ketua Umum KONI Sulsel Andi Darusalam Tabbusalla (ADS) pada diskusi olahraga akhir tahun di Makassar, Selasa.
Harapan KONI Sulsel untuk mengajak pengusaha berpartisipasi dalam mendukung pembinaan tersebut olahraga gagal, karena Ketua REI Sulsel Reymond Arfandy tidak hadir pada acara diskusi tersebut yang dihadiri tokoh olahraga dan sejumlah wartawan olahraga setempat.
Menurut ADS, kendati dengan kondisi keuangan yang minim, namun KONI tetap berjuang keras untuk mempertahankan peringkat keenam di PON 2012 Riau.
"Kalau bisa bertahan di posisi yang diraih pada PON XVII 2008 di Kaltim merupakan prestasi cukup bagus, mengingat pesaing kita dari provinsi lain yang memiliki dana besar dan atlet unggulan cukup banyak seperti Kaltim, " kata ADS.
Untuk mempertahankan posisi tersebut, Sulsel harus merebut 28-30 medali emas di PON XVIII atau naik dari jumlah mendali pada PON 2008 sebayak 25 emas, 23 perak dan 28 perunggu.
Tumpuan harapan Sulsel menghadapi PON adalah terhadap 19 atlet yang membela kontingen Indonesia di SEA Games 2011 yang merebut 11 medali emas 12 perak dan empat perunggu.
Cabang olahraga karate, anggar, sepak takraw, tinju, kempo, dayung, panjat tebing dan senam menjadi andalan Sulsel untuk mendulang medali emas, disamping dari cabang olahraga lainnya seperti pencak silat dan renang indah.
Sekretaris SIWO-PWI Sulsel Syarifuddin menyatakan pesimistis Sulsel bisa mempertahankan peringkat VI di PON mendatang karena ketatnya persaingan atlet yang turun membela kontingen mereka.
"Riau sebagai tuan rumah yang menempati peringKat 10 di PON Kaltim dipastikan membidik minimal urutan terbaik diluar Jawa, bahkan bertekad masuk empar besar, "ujar Syarifuddin.
Pesaing Sulsel lainnya datang dari Sumatera Utara yang menempati posisi ketujuh PON lalu dan kontingen lainnya yakni Lampung, Bali, Papua, Sulut, Yogyakarta dan Sumsel.
"Ini adalah kontingen yang bisa mengancam prestasi Sulsel untuk mempertahankan peringkat VI pada PON 2012, jika KONI tidak melakukan persiapan atlet secara matang dan mampu membaca peta kekuatan atlet daerah lainnya maka hasilnya akan lebih buruk terdepak dari 10 besar, "ujar Syarifuddin.
Salah satu kiat untuk meraih prestasi itu adalah melakukan "try out" atau mengirim atlet berlatih di luar negeri bagi cabang olahraga terukur, mendatangkan pelatih luar negeri serta menambah uang saku bagi atlet unggulan yang diprediksi meraih medali emas seperi yang dilakukan sejumlah daerah menghadapi PON, katanya.
(T.S016/I006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
