
Warga Makassar Keluhkan Pelayanan Reaksi Cepat PLN

Makassar (ANTARA News) - Warga masyarakat di beberapa lokasi di Kota Makassar mengeluhkan pelayanan reaksi cepat RC 453 Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) yang dinilai hanya slogan.
"Saat terjadi gangguan listrik, berulang kali di telepon, reaksi petugas pelayanan sangat lambat, selalu lebih satu jam baru petugas tiba di lokasi, disaat masyarakat sudah panik, itu pun kualitas penanganannya rendah sebab dalam waktu 2-3 hari terjadi lagi gangguan di tempat yang sama," kata salah seorang tokoh masyarakat warga Kota Makassar, Daeng Narang di Makassar, Selasa malam.
Dia memberi contoh Warga Jalan Mallengkeri, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, paling sering mengalami gangguan listrik. Dalam sepekan terjadi tiga kali ledakan pada gardu, yang ironis, dua ledakan terakhir terjadi hanya berjarak dua hari pada tempat yang sama dengan percikan api yang cukup besar.
Ini membuktikan kualitas kerja petugas yang diturunkan tidak memadai dan dapat mengorbankan rumah warga jika terjadi kebakaran.
Beberapa kali terjadi putus sambungan kabel ke rumah warga, setelah diperbaiki, paling lambat sepekan kemudian terjadi hal yang sama pada tempat yang sama pula, ini sangat membahayakan keselamatan rumah warga.
Daeng Narang menguraikan, ada petugas gangguan PLN menyatakan beban kabel terlalu berat, sebab jaringan kabel terlalu panjang dari rumah ke rumah. Bisa dinormalkan asal warga membayar untuk pembelian kabel dari tiang ke rumah serta ongkos kerja yang nilainya di atas satu juta rupiah, padahal jaringan di luar rumah adalah tanggungjawab PLN, sedangkan instalasi di dalam rumah barulah tanggungjawab pemilik rumah.
Ironi lain dari sistem pelayanan reaksi cepat PLN yakni memasang dua simpul listrik dari bentangan kabel dengan sumber aliran berbeda di atap rumah salah seorang warga, tanpa sepengetahuan pemilik rumah yang selama ini dikenal sebagai tokoh pers.
"Cara tersebut sangat beresiko bagi keselamatan rumah warga dan saat salah seorang wartawan melaporkan kepada petinggi PLN, Deputi Manajer Komunikasi PLN Wilayah Sulselrabar, Mohammad Yamin Loleh, petinggi ini menjawab agar yang bersangkutan mengirim SMS dengan nomor telepon dan identitas jelas untuk dilaporkan kepada RC 453," ujarnya.
Padahal laporan kepada petinggi PLN tersebut karena hilangnya kepercayaan warga terhadap layanan pengaduan dan tim reaksi cepat yang dibentuk PLN.
Warga Makassar berharap agar pelayanan RC 453 PLN yang telah diluncurkan itu bisa dimaksimalkan dengan baik tanpa harus menunggu adanya korban materil dan korban jiwa karena bahaya sering mengancam warga dengan adanya gardu listrik yang bermasalah.
Mohammad Yamin Loleh yang dikonfirmasi mengenai adanya aduan warga tentang lambatnya RC 453 PLN, malah balik menyalahkan warga karena kurang lengkapnya data warga yang mengadukan permasalahan tersebut.
Selain itu, aduan warga juga harus dijelaskan mengenai permasalahan yang dihadapi kemudian laporan tersebut dipetakan ke wilayah, cabang dan ranting PLN untuk segera melakukan penanganan keluhan warga.
Sebelumnya, RC 453 merupakan salah satu upaya yang dilakukan PLN untuk meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya di bidang distribusi listrik, termasuk jaringan tegangan menengah, gardu, tegangan rendah dan sambungan rumah.
Dalam RC 453 ini setiap laporan keluhan pelanggan akan direspon sesegera mungkin, dalam rentang waktu maksimal 45 menit petugas PLN harus tiba di lokasi dan maksimal tiga jam gangguan telah diselesaikan.
Waktu tersebut dihitung sejak laporan pertama kali diterima RC 453 lalu maksimal 45 menit petugas sudah tiba di lokasi, lalu bekerja menuntaskan keluhan pelanggan paling lama tiga jam.
Tim ini akan dilengkapi dengan, mobil crane yang berisi trafo dan tangga, trafo unit, genset, mobil pelayanan teknik lengkap tangga, stick, toolset, press kabel, alat K3, alat pengaman diri, base station, motor lengkap dengan toolset, alat ukur, APD, dan handy talky.
Menanggapi uraian tersebut, Daeng Narang menyatakan, warga hanya membutuhkan bukti pelayanan PLN, bukan hanya menebar slogan dengan perangkat pendukung canggih, namun hampir setiap hari gangguan listrik terus terjadi di Kota Makassar dengan tingkat penanganan yang sangat lambat.(T.KR-MH/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
