
Unasman Polewali Mandar Sulbar berupaya wujudkan kampus bebas narkoba

Mamuju (ANTARA) - Universitas Al-Asyariah Mandar (Unasman) Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat berupaya mewujudkan perguruan tinggi tersebut sebagai kampus bebas narkoba melalui programKampus Bersih Narkoba (Bersinar).
Rektor Unasman Polewali MandarChuduriah Sahabuddindi Polewali Mandar, Jumat (18/2), mengatakan untuk mewujudkan program tersebut pihaknyatelah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Polewali Mandar.
"Civitas academica kampus tinggi tidak hanya menyukseskan perkuliahan, namun lebih dari itu, kampus juga didorong aktif dalam upaya pengabdian masyarakat secara berkesinambungan," katanya.
Oleh karena itu, program Bersinar diwujudkan bersama BNN Polewali Mandar serta berkomitmen dengan seluruh pihak kampus.
Baca juga: Unasman dan KPU Sulbar jalin kerja sama riset pendidikan politik
"Bentuk komitmen pihak kampus adalah dengan mendorong keterlibatan peran mahasiswa untuk mendukung dan menyukseskan program Bersinar, bekerja sama BNN dalam rangka pencegahan narkoba di Sulbar ini," katanya.
Kepala BNNK Kabupaten Polewali Mandar Syabri Syam mengapresiasiUnasman yang telah bekerja sama dengan pihaknya untuk melaksanakan program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN).
"Kami sangat berterima kasih kepada Rektor Unasman dan seluruh jajaran academica Unasman yang telah memfasilitasi kerja sama ini dan mendukung (P4GN, red.)," katanya.
Ia berharap, mahasiswa dapat menjalin sinergi dengan masyarakat dan BNN, serta berpartisipasi aktif dalam program Desa Bersinar yang juga digagas oleh BNN.
"Kerja sama diharapkan melalui pelaksanaan komunikasi, informasi, dan edukasi yang terintegrasi dalam kuliah kerja nyata (KKN) atau program pengabdian masyarakat di desa yang dilaksanakan Unasman untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di masyarakat," katanya.
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
