
Pecinta lingkungan Polewali Mandar bersih-bersih sampah di Pantai Ba'batoa

Mamuju (ANTARA) - Puluhan aktivis pecinta lingkungan dari berbagai komunitas melaksanakan aksi bersih-bersih sampah di Pantai Ba'batoa, Desa Latoa, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat.
Founder Komunitas Laut Biru Kabupaten Polewali Mandar Muhammad Putra Ardiansyah, dihubungi dari Mamuju, Senin mengatakan, aksi bersih-bersih sampah di Pantai Ba'batoa, Desa Latoa, Kecamatan Campalagian itu sebagai kegiatan dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional.
"Kegiatan yang melibatkan sekitar 10 komunitas pecinta lingkungan ini kami lakukan dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional," kata Putra Ardiansyah.
Pada aksi itu, lanjut Putra Ardiansyah, para aktivis lingkungan dibantu sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa serta pemerintah setempat, berhasil mengumpulkan 150 kilogram sampah dari sepanjang 300 meter garis Pantai Ba'batoa.
Kemudian lanjutnya, dilakukan pemilahan sampah dan terdapat 37 kilogram sampah bernilai ekonomis yang kemudian dijual dan disumbangkan ke masyarakat.
"Kami prioritaskan sampah yang sulit terurai, seperti sampah plastik dan karet. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan yang bisa dikonversi menjadi uang, kami berikan ke komunitas Peka (Peduli Kemanusiaan) untuk kemudian dijual dan hasilnya disumbangkan ke masyarakat," kata Putra Ardiansyah menerangkan.
Aksi bersih-bersih sampah pantai itu, kata Putra Ardiansyah, juga sebagai momentum untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah dan dapat mengelolanya, sehingga tidak mencemari lingkungan.
Pada Hari Peduli Sampah Nasional tahun ini, tambahnya, juga menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat agar dapat berkolaborasi untuk meminimalkan dampak sampah terhadap lingkungan.
"Kami berharap, pemerintah dan masyarakat dapat berkolaborasi agar permasalahan sampah ini dapat teratasi. Apalagi, produksi sampah rumah tangga yang cukup besar dan itu dapat berdampak pada kerusakan lingkungan, terutama laut yang menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat," paparnya.
"Target kami, bagaimana sampah rumah tangga ini dapat ditekan dan pengelolaan sampah dapat bernilai ekonomis bagi masyarakat," ucap Putra Ardiansyah menjelaskan.
Dihubungi terpisah, Koordinator II Komunitas Laut Biru Kabupaten Polewali Mandar Ayub menyampaikan, aksi bersih-bersih sampah pantai pada Hari Peduli Sampah Nasional itu juga sebagai ajang edukasi masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, khususnya laut.
Aksi yang melibatkan sekitar 50 orang dari berbagai komunitas, masyarakat dan mahasiswa itu, menurut Ayub, sebagai kampanye dalam bentuk bersih-bersih pantai, khususnya sampah plastik.
"Sampah-sampah yang dipungut kemudian dipilah dan ini menjadi momen edukasi kepada masyarakat, minimal dapat memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang ke tempat sampah," ucap Ayub.
Ia berharap pemerintah dapat membuat kebijakan atau peraturan daerah terkait pengelolaan sampah dengan baik.
"Perlu kami tekankan bagaimana kebijakan pemerintah daerah melakukan intervensi kepada pemerintah desa terkhusus pengolahan sampah diawali sejak dari sampah rumah tangga. Artinya, bagaimana tiap keluarga atau rumah tangga paham atau mampu mengelola sampah di rumahnya," urai Ayub.
Pewarta : Amirullah
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
