Masyarakat Lore Serahkan 100 Hektare untuk Investor

id lore peore, poso sulteng, pabrik tapioka

Palu (ANTARA News) - Masyarakat Lore Peore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menyerahkan lahannya seluas 110 hektare untuk menjadi lokasi pembangunan pabrik tapioka oleh PT. Anugrerah Semesta Abadi (ASA).

"Warga tidak menuntut ganti rugi, yang penting investornya serius membangun pabrik dan segera merealisasikannya," kata Amos Mondolu, Camat Lore Peore, Kabupaten Poso melalui telepon dari Napu, Selasa.

Namun katanya kalau investornya punya dana untuk sekedar ucapan terima kasih kepada pemilik lahan, tentu warga akan menerima.

Menurut dia, lahan yang diserahkan warga itu terletak pada sebuah hamparan yang topografinya cukup datar dan terletak di dua desa bertetangga yakni Watutau, Ibu Kota Kecamatan Lore Peore seluas 80 hektare dan Desa Siliwanga 30 hektare.

Ia berharap agar dalam pembagunan pabrik itu nantinya, warga setempat akan mendapat prioritas memperoleh kesempatan kerja sesuai kualifikasi SDM yang dibutuhkan.

Menurut Amos, jalan menuju lokasi pembangunan pabrik itu sepanjang tiga kilometer termasuk tiga jembatan kecil dan dua jembatan besar sudah mulai dikerjakan dan akan dibiayai oleh PT. ASA.

"Namun diharapkan pula bantuan APBD Kabupaten Poso karena jalan ini penting untuk membuka isolasi desa-desa terpencil di daerah itu,"ujarnya.

PT. ASA, kata Amos, sejak 2010 membangun lahan perkebunan ubi kayu dan sebagian sudah siap panen sehingga keberadaan pabrik sudah sangat mendesak.

"Sebenarnya pabrik sudah mau dibangun investor itu sejak 2011 namun sulit mendapatkan lahan yang datar seluas 100 hektar untuk lokasi pabrik sebab semua lahan sudah dimiliki warga.

Namun lanjutnya sekarang warga pemilik lahan sudah menyerahkan lahannya untuk investor.

Ia belum mengetahui persis kapasitas pabrik yang akan dibangun PT. ASA di lokasi itu, namun kabarnya perusahaan itu akan membangun pabrik tapioka berkapasitas antara 150 sampai 300 ton ubi mentah tiap hari.

"Konon pabrik ini nantinya akan menjadi pabrik tapioka terbesar di Asia Tenggara. Tapi produksinya untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri," katanya.

Direktur PT. ASA Hengki Kurniawan yang beberapa kali dihubungi melalui telepon genggamnya belum bisa dihubungi.

Menurut Camat Amos Mondolu, PT. ASA, investor asal Jawa Tengah itu mendapatkan pencadangan lahan seluas 5.000 hektare di Kecamatan Lore Peore untuk pengembangan ubi kayu dan telah mengolah lahan lebih dari 1.000 hektare.

Seluas 700 hektare di antaranya kini sudah siap panen, namun panen belum dilakukan karena pabrik belum siap.

PT. ASA juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Poso untuk bermitra membangun Kota Terpadu Mandiri (KTM) Talabosa, sebuah kawasan pertumbuhan ekonomi baru di daerah transmigrasi di dataran Napu tersebut.

Amos Mondolu berharap kepada PT.ASA agar tidak mengecewakan masyarakat Lore Peore.

Dia berharap hal itu tidak terjadi seperti yang dialami masayarakat di dataran Napu dimana PT. Hasfarm yang telah menguasai ribuah hektar lahan untuk perkebunan teh namun tidak menanaminya dan membangun pabrik seperti yang dijanjikan. (T.R007/B008)
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar