Logo Header Antaranews Makassar

Digagas "Botanical Garden" di Bengo-Bengo

Minggu, 19 Februari 2012 20:12 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Universitas Hasanuddin (Unhas) kini menggagas dibangunnya "Botanical Garden" di Kampus III Unhas Bengo-Bengo Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang memiliki luas 1.430 hektare.

Meski dalam Botanical Garden tersebut hanya mengoleksi sejumlah jenis tanaman, namun muncul pemikiran juga menghadirkan dua kelompok konservasi, flora dan fauna.

Demikian antara lain yang mengemuka dalam rapat koordinasi (rakor) Unhas di Kampus Bengo-Bengo, Minggu. Rakor sehari itu diikuti para wakil rektor dan seluruh dekan fakultas serta lembaga-lembaga, kata Kepala Humas Unhas Dahlan Abubakar.

Kampus III Unhas itu dapat dimanfaatkan untuk rencana tersebut, karena sudah memperoleh legitimasi dari Menteri Kehutanan sebagai Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK).

Dekan Fakultas Kehutanan Unhas Prof Dr Moh. Restu, MP, dalam prtesentasinya mengatakan, menyangkut ketinggian lokasi sebagai botanical garden yang akan menunjang keberhasilan tumbuhnya tanaman. Kebun ini kelak, juga akan mencakup koleksi tanaman dari wilayah yang masuk dalam Wallacea Line (garis Wallacea).

Tidak hanya itu, kampus yang kini sudah mulai bersolek itu, juga akan ditanami dengan pohon-pohon obat, sehingga menggenapkan posisinya sebagai scientific park (taman ilmu pengetahuan). Oleh sebab itu, kini disiapkan fasilitas laboratorium dan penelitian.

Menurut Prof Restu, fasilitas air sangat memadai. Air mancur yang ada di puncak areal kampus akan menjadi sumber mata air yang dapat disalurkan dengan menggunakan pipa. Rektor Unhas Prof Dr Idrus A Paturusi untuk kesekian kalinya berjalan kaki meninjau lokasi air mancur tersebut. Terdapat sedikitnya empat air mancur di kawasan ini.

Menurut Moh. Restu, selain ada beberapa varietas kayu, seperti eboni, pinus, dan lain-lain, hutan ini juga dimanfaatkan oleh rakyat sekitarnya sebagai sumber gula aren, areal penggembalaan ternak, dan menjadi penelitian hutan terpadu.

"Secara umum di kampus ini terdapat areal pertanian organik, areal agroforestry, produk tanaman lanskap, kawasan pengembangan industri rumah tangga seperti madu dan gula aren, dan musem kayu," sebut Restu.

Rektor Idrus Paturusi mengatakan, aset Kampus III Unhas ini perlu diisi dengan inovasi dan dijaga dengan baik. Dalam berbagai kesempatan, dijelaskan, Badan Narkotika Nasional (BNN) merencanakan membangun fasilitas pasca rehabilitasi pasien narkoba di kawasan tersebut.

Dengan jarak sekitar 69 kilometer dari Kota Makassar, kelak Kampus Unhas Bengo-Bengo akan menjadi tempat "outbound" yang sangat strategis. Beberapa fasilitas permainan yang sudah ada, seperti jaring-jaring, produk yang digunakan diimpor dari Perancis.

Menurut Rektor, setiap fakultas plus Program Pascasarjana akan membangun satu pondok kayu dengan ciri khas latar belakang disiplinnya masing-masing. Bangunan itu akan berjejer di sepanjang jalan menuju puncak kampus.

Sebelumnya, kata Dahlan Abubakar, Pemerintah Provinsi Sulsel pernah menggagas dibangunnya kebun raya di kawasan Puca, Kabupaten Maros, Sulsel.

LIPI bahkan sudah setuju dengan lokasi tersebut. Namun hampir satu dasa warsa berlalu rencana tersebut tidak pernah terdengar lagi. Nama Puca pun hanya tetap dikenang sebagai lokasi yang dipersiapkan sebagai kebun raya dan kini Unhas menggagasnya menjadi botanical garden. (T.KR-DF/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026