Logo Header Antaranews Makassar

Mahasiswa di Mamuju Tolak Kenaikan Harga BBM

Selasa, 20 Maret 2012 14:15 WIB
Image Print
MAMUJU, SULBAR - TOLAK KENAIKKAN BBM. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi organisasi mahasiswa diantaranya PMII, HMI, GMNI, GMKI, FPPI dan sejumlah organisasi mahasiswa tingkat daerah melakukan aksi penolakan kenaikan BBM di gedung DPRD Su
Mamuju (ANTARA News) - Puluhan mahasiswa di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, berunjuk rasa dengan mendatangi kantor DPRD Sulbar mereka menolak rencana pemerintah menaikkan BBM, Selasa.

Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi organisasi mahasiswa diantaranya PMII, HMI, GMNI, GMKI, FPPI dan sejumlah organisasi mahasiswa tingkat daerah melakukan aksi penolakan kenaikan BBM karena akan dianggap menyengsarakan masyarakat dan membebani ekonominya.

"Kalau BBM naik maka sembako naik, itu artinya masyarakat akan susah memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga rencana pemerintah menaikkan BBM harus ditolak," kata Iksan salah seorang mahasiswa

Ia mengatakan, seharusnya pemerintah menyita harta koruptor yang banyak berkeliaran di negeri tanpa tersentuh hukum dari pada menaikkan BBM, kalau ingin menyelamatkan keuangan negara yang mengalami devisit.

"Jangan korbankan masyarakat dengan menaikkan BBM, seharusnya harta koruptor saja yang digunakan menyelamatkan keuangan negara, pemerintah harus bisa menegakkan supremasi hukum dengan mengadili para koruptor," katanya.

Ia juga meminta agar penegak hukum dapat mengawasi penimbunan BBM dari pihak yang memanfaatkan situasi ditengah kebijakan pemerintah yang akan menaikkan BBM selain itu meminta pemerintah mengambil alih aset perusahaan asing yang hanya mengambil untung dari kekayaan yang ada di negara ini.

"Belum juga BBM naik tapi sudah ada pihak mengambil untung dengan menimbun BBM yang menyengsarakan masyarakat, sehingga rakyat menanggung imbasnya karena harga BBM sudah dinaikkan di tingkat pengecer secara sepihak," katanya.

Para mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa kecewa setelah tiba di kantor DPRD Sulbar karena tidak satupun anggota DPRD Sulbar yang bersedia menerima mereka untuk berdialog mengenai penolakan mereka atas rencana kenaikan harga BBM .

"Beginilah para anggota DPRD Sulbar, mereka hanya bisa menghabiskan uang negara jutaan rupiah, dengan melakukan perjalanan dinas keluar daerah, tanpa ada hasil yang bisa dipersembahkan bagi pembangunan daerah ini, mereka hanya menghabiskan anggaran, tanpa mau menerima aspirasi masyarakat seperti sekarang ini ketika ada yang menolak kenaikan BBM," kata Jasman salah seorang mahasiswa lainnya.

Para mahasiswa itu sempat memaksa masuk ke kantor DPRD Sulbar namun upaya mereka dihalangi aparat kepolisian dan petugas satuan polisi pamong praja (Satpol-PP), sehingga mahasiswa terlibat aksi saling dorong dengan petugas itu.

Kericuhan antara polisi beserta Satpol PP dan mahasiswa tidak berlangsung lama karena mahasiswa memilih membubarkan diri dan kecewa aspirasi mereka tidak diterima anggota DPRD Sulbar.

Para mahasiswa itu berjanji akan kembali melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM dengan massa yang lebih besar. (T.KR-MFH/Y008)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026