
Mahasiswa di Mamuju Tolak Kenaikan Harga BBM

Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi organisasi mahasiswa diantaranya PMII, HMI, GMNI, GMKI, FPPI dan sejumlah organisasi mahasiswa tingkat daerah melakukan aksi penolakan kenaikan BBM karena akan dianggap menyengsarakan masyarakat dan membebani ekonominya.
"Kalau BBM naik maka sembako naik, itu artinya masyarakat akan susah memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga rencana pemerintah menaikkan BBM harus ditolak," kata Iksan salah seorang mahasiswa
Ia mengatakan, seharusnya pemerintah menyita harta koruptor yang banyak berkeliaran di negeri tanpa tersentuh hukum dari pada menaikkan BBM, kalau ingin menyelamatkan keuangan negara yang mengalami devisit.
Ia juga meminta agar penegak hukum dapat mengawasi penimbunan BBM dari pihak yang memanfaatkan situasi ditengah kebijakan pemerintah yang akan menaikkan BBM selain itu meminta pemerintah mengambil alih aset perusahaan asing yang hanya mengambil untung dari kekayaan yang ada di negara ini.
Para mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa kecewa setelah tiba di kantor DPRD Sulbar karena tidak satupun anggota DPRD Sulbar yang bersedia menerima mereka untuk berdialog mengenai penolakan mereka atas rencana kenaikan harga BBM .
"Beginilah para anggota DPRD Sulbar, mereka hanya bisa menghabiskan uang negara jutaan rupiah, dengan melakukan perjalanan dinas keluar daerah, tanpa ada hasil yang bisa dipersembahkan bagi pembangunan daerah ini, mereka hanya menghabiskan anggaran, tanpa mau menerima aspirasi masyarakat seperti sekarang ini ketika ada yang menolak kenaikan BBM," kata Jasman salah seorang mahasiswa lainnya.
Para mahasiswa itu sempat memaksa masuk ke kantor DPRD Sulbar namun upaya mereka dihalangi aparat kepolisian dan petugas satuan polisi pamong praja (Satpol-PP), sehingga mahasiswa terlibat aksi saling dorong dengan petugas itu.
Kericuhan antara polisi beserta Satpol PP dan mahasiswa tidak berlangsung lama karena mahasiswa memilih membubarkan diri dan kecewa aspirasi mereka tidak diterima anggota DPRD Sulbar.
Para mahasiswa itu berjanji akan kembali melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM dengan massa yang lebih besar. (T.KR-MFH/Y008)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
