
Indonesia menghindari posisi juru kunci di Billie Jean King Junior 2022

Jakarta (ANTARA) - Tim Indonesia akan menghadapi Sri Lanka pada laga terakhir penyisihan Grup B Final Kualifikasi Asia Oseania Piala Billie Jean King Junior 2022 di New Delhi, India, Rabu, untuk menghindari posisi juru kunci setelah kalah dari Australia.
Meski kembali menelan kekalahan, tim Merah Putih tampil lebih baik saat berhadapan dengan Australia pada laga kedua, Selasa, dibandingkan saat bertemu dengan Thailand pada laga perdana, Senin.
Kholisa Siti Maisaroh, yang menjadi andalan tim Indonesia, berhasil menggondol kemenangan atas tunggal utama tim Australia, Sarah Rokusek, dengan kemenangan 7-5, 6-1, menurut laman hasil skor pertandingan.
Namun, pada pertandingan pembuka, Joanne Lynn Hartono kalah dari Emerson Jones 2-6, 4-6. Selanjutnya, pada pertandingan penentu duet Kholisa/Joanne juga tidak mampu menghadang pasangan Emerson Jones/Lily Taylor dengan 0-6, 4-6.
Sementara Indonesia berhasil mencuri poin dari Australia 1-2, Sri Lanka kalah dari Thailand 0-3. Hal itu membuat tim Merah Putih saat ini berada di posisi ketiga Grup B, mengumpulkan poin sedikit lebih banyak dari Sri Lanka.
Tim Indonesia akan berjibaku melawan Sri Lanka untuk menghindari posisi juru kunci Grup B ajang tenis beregu putri U-16 yang dulunya bernama Piala Fed Junior tersebut.
Sementara itu, Thailand dan Australia memastikan lolos ke perempat final event yang diikuti 15 negara itu dan akan saling berhadapan untuk menentukan juara Grup B.
Selanjutnya, tiga regu terbaik akan mewakili kawasan ke babak Final Dunia.
Final Kualifikasi Asia Oseania Piala Billie Jean King Junior 2022 berlangsung pada 4-9 April.
Indonesia sukses menjadi runner-up zona dan finis di posisi kedelapan dunia pada empat tahun silam. Prestasi yang ditorehkan Priska Madelyn Nugroho, Janice Tjen dan Nadya Dhaneswara di Budapest, Hungaria itu adalah prestasi terbaik sepanjang partisipasi tim Merah Putih dalam ajang tersebut.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
