Logo Header Antaranews Makassar

DPRD Mamuju Tolak Kenaikan Harga BBM

Kamis, 29 Maret 2012 21:36 WIB
Image Print
Mamuju (ANTARA News) - DPRD Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, menyatakan menolak rencana kenaikan harga BBM karena dianggap akan dapat membebani ekonomi masyarakat.

"Masyarakat Mamuju akan semakin terpuruk apabila harga BBM di naikkan, karena masih banyak masyarakat Mamuju hidup dibawah garis kemiskinan,"kata Ketua DPRD Mamuju, Drs Sugianto saat menerima mahasiswa pendemo yang menolak kenaikan harga BBM di halaman kantor DPRD Mamuju, Kamis.

Oleh karena itu ia mengatakan, DPRD Mamuju secara kelembagaan menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM dan meminta pemerintah membatalkan kebijakan tersebut.

"Kalau BBM naik pasti sembako turut naik itu akan semakin mencekik rakyat kecil dan akan terus miskin sehingga kebijakan kenaikan harga BBM harus ditolak,"katanya.

Ia mengaku memberikan apresiasi terhadap gerakan mahasiswa di Mamuju, yang menolak rencana kenaikan harga BBM meminta mahasiswa yang melakukan aksi tetap menjaga aksinya agar tidak terprovokasi tindakan anarkis.

Sementara itu aksi ratusan mahasiswa gabungan organisasi mahasiswa dan pemuda di depan DPRD Mamuju berlansung dengan damai dan tertib dibawah pengawalan aparat kepolisian Polres Mamuju.

Aksi mahasiswa yang tergabung dalam organisasi HMI, PMII, FPPI, GMNI, GMKI, Bem Stie Muhammadiyah dan sejumlah organisasi daerah tersebut, diwarnai aksi teatrikal menggambarkan nasib rakyat yang akan menderita dengan akan naiknya harga BBM

Mahasiswa yang melakukan aksi dengan menutup jalan Ahmad Yani didepan kantor DPRD Mamuju, kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Namun para mahasiswa berjanji akan kembali menggelar aksi sampai pemerintah menyatakan membatalkan rencana kenaikan BBM. (T.KR-MFH/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026