Logo Header Antaranews Makassar

Pemprov Sulsel Siapkan Rp57,8 Miliar Beasiswa Miskin

Sabtu, 16 Mei 2009 00:24 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan tahun ini menyediakan dana beasiswa miskin bagi siswa SD, SMP, SMA dan SMK dari keluarga kurang mampu sebesar RP57,8 miliar lebih yang tersebar pada 24 kabupaten/kota di daerah ini.

Mulai 2009 ini siswa berprestasi dari keluarga miskin mendapatkan beasiswa tersebut untuk mengurangi beban orang tuanya, sekaligus menekan angka putus sekolah di provinsi ini, kata Kepala Dinas Pendidkan Nasional Sulsel, Drs. HA. Patabai Pabokori, MM di Makassar, Sabtu.

Pada pemaparan Program Kerja SKPD lingkup pemerintah provinsi Sulsel yang diikuti puluhan Wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik Pusat dan Daerah di press room kantor Gubernur Sulsel, Patabai merinci jumlah siswa miskin berprestasi di SD sebanyak 87.051
orang dengan dana seluruhnya RP31,3 miliar atau setiap anak mendapatkan RP360 ribu/orang/tahun.

Anak kurang mampu berprestasi di tingkat SMP sebanyak 17.200 orang dengan anggaran yang disiapkan RP12,3 miliar lebih atau setiap anak memperoleh RP720 ribu/tahun, SMA 7.762 orang dengan dana RP6,5 miliar lebih atau RP780.000/siswa/tahun dan siswa miskin berprestasi tingkat SMK tercatat 19.896 orang dengan anggaran seluruhnya RP7,7 miliar atau RP390.000/siswa/tahun.

"Jadi tidak ada alasan bagi orang tuanya tidak melanjutkan sekolah anak-anaknya ke tingkat yang lebih tinggi sebab pemerintah memberikan beasiswa bagi siswa yang tergolong miskin," ungkapnya seraya menyatakan, 'yang menjadi masalah adalah pengawasan di lapangan jangan sampai yang mendapat beasiswa tersebut bukan dari kalangan anak kurang mampu.

Menurut dia, bisa saja anak dari orang tua yang mampu atau keluarga dekat guru dan
Kepala Sekolah serta pak Lurah yang memanfaatkan beasiswa tersebut karena tidak ada pengawasan dari masyarakat termasuk LSM dan Wartawan.

"Jika ada pendidik, Kepala Sekolah maupun aparat pemerintahan di kabupaten/kota yang menyalahgunakan hak siswa miskin ini segera laporkan untuk diambil tindakan sesuai pelanggarannya," katanya dan menambahkan, pengawasan dari masyarakat diperlukan agar pemberian beasiswa miskin ini tepat sasaran.

Mengenai masih banyaknya warga Sulsel yang buta aksara latin dan alqur'an, Patabai mengatakan, tahun 2009 ini 14 kabupaten bebas aksara dan tahun 2010 provinsi ini sudah bebas buta aksara dan alqur'an menyusul intensifnya pelaksanaan paket pembelajaran baca tulis aksara dan kitab suci alqur'an di daerah ini.

Selain beasiswa miskin, pemerintah Sulsel tahun ini menganggarkan RP193 miliar untuk biaya pendidikan gratis bagi siswa SD dan SMP dari kalangan keluarga miskin tapi tidak berprestasi di sekolahnya.

Upaya ini dilakukan pemerintah supaya tidak ada anak dari keluarga tersebut yang tidak menikmati pendidikan, katanya dan menambahkan, anggaran pendidikan gratis ini disiapkan pemerintah provinsi Sulsel 40 persen dan dari pemerintah kabupaten/kota 60 persen.
(T.PK-HK/F003)