
Baznas Kota Makassar salurkan zakat mal untuk dana produktif dan beasiswa

Makassar (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar memilih lebih banyak menyalurkan zakat mal (zakat harta) untuk dana produktif yang akan digunakan untuk membangun usaha kecil menengah bagi kaum dhuafa atau kurang mampu.
"Jadi zakat harta yang dikumpulkan untuk membantu masyarakat menjadi produktif dengan bantuan modal dan juga beasiswa bagi anak sekolah dari kaum dhuafa," kata Ketua Baznas Kota Makassar, HM Ashar Tamanggong di Makassar, Kamis.
Dia mengatakan, seiring dengan kebangkitan ekonomi setelah dalam kungkungan masa pandemi COVID-19, kini bisa lebih luas untuk berkreasi sekaligus mendorong lahirnya usaha kecil menengah (UKM) yang berkelanjutan.
Sementara untuk penyaluran zakat fitrah, menurut, ia mengatakan, tetap akan disalurkan untuk keperluan konsumsi pada hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah.
Adapun penyaluran bantuan Baznas Makassar, melalui Program Bantuan Operasional dhuafa Produktif senilai Rp2 juta hingga Rp7 juta per usaha secara gratis.
"Sebelum penetapan calon penerima bantuan, terlebih dahulu harus menjalani seleksi dari Baznas, agar tidak salah sasaran," ujar Ashar.
Berdasarkan data Baznas Makassar diketahui, saat ini terdapat sekitar 1.500 masjid di Kota Makassar, namun hanya sekitar 1.200-an masjid yang punya Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Sedang untuk penerimaan zakat mal tahun ini, Baznas menargetkan Rp30 miliar yang dikumpulkan melalui UPZ.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
