
Perlu Solusi Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah mengimbau aparat agar memikirkan pentingnya solusi peningkatan ekonomi masyarakat menyusul penundaan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Inilah saatnya memikirkan pentingnya peningkatan kesejahteraan masyarakat untuk mengimbangi pengurangan subsidi terhadap BBM, sebab pemerintah juga akan kesulitan bila terus memaksakan subsidi," katanya ketika membuka Musyawarah Daerah (Musda) II Wahdah Islamiyah Kabupaten Bantaeng, Minggu.
Musda yang diikuti ratusan pengurus, termasuk para pimpinan pesantren yang bernaung di bawah Wahdah Islamiyah dan berlangsung dua hari serta ditandai penyerahan cinderamata tersebut dijadwalkan memilih ketua baru periode 2012-2016.
Menurut Bupati, pemerintah kini berfikir penting melakukan sesuatu yang dapat meningkatkan perbaikan sektor ekonomi. "Bila ekonomi masyarakat meningkat, akan tidak terpengaruh dengan kenaikan harga BBM," urainya.
Ia kemudian meminta kepada pengurus Wahdah Islamiyah Kabupaten Bantaeng agar fokus dalam pembinaan umat dan siar Islam dengan menghindari nuansa politik agar masyarakat tidak bimbang.
Wahdah Islamiyah harus terus melakukan siar Islam dan memberi bimbingan kepada masyarakat untuk bersikap jujur, terutama kepada para calon pemimpin, sebab bangsa ini memerlukan figur pemimpin yang jujur, ujarnya.
Bila semua pemimpin bersikap jujur, insya Allah Indonesia akan sejahtera sebab bangsa ini diberi karunia kesuburan. "Apa yang tidak ada di Indonesia. Hanya saja selama ini terjadi kesalahan pengelolaan sehingga masih banyak rakyat kita yang berada di bawah garis kemiskinan," urainya.
Menyinggung keberhasilan pembangunan di Bantaeng, Bupati mengatakan, ini juga berkat kontribusi keluarga besar Wahdah Islamiyah, anggaran yang sedikit kita manfaatkan sebaik mungkin.
"Kalau kita hanya berharap dari APBD, rasanya kita akan sulit membangun sebab dana yang ada hanya cukup untuk membayar gaji pegawai. Lihat saja setiap kali penyerahan DIPA, Kabupaten Bantaeng selalu yang terkecil," ujarnya.
Karena itu, Pemda berupaya memaksimalkan apa yang ada secara amanah. "Kita membangun dibarengi akhlak dan moral yang baik untuk kemaslahatan dan kemakmuran masyarakat," ucapnya.
Bupati mengatakan, salah satu kiat yang dilakukan adalah dengan membuka kantong-kantong produksi melalui pembukaan akses jalan untuk memudahkan produksi masyarakat mencapai pasar lebih cepat.
Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Bila tingkat kesejahteraan tersebut sudah merata ke seluruh desa, maka kenaikan BBM dua kali lipatpun tidak masalah lagi.
Bupati menunjuk komoditi terbaru di sektor pertanian yang juga bernilai ekonomi tinggi yakni Daikong. Produksi petani Loka yang sudah dipanen beberapa waktu lalu ternyata mendapat sambutan pengusaha restoran Jepang.
Hanya saja, pengusaha di Makassar mempertanyakan kesinambungan pasokan. "Mampukah kita menyiapkan Daikong setiap hari," ujarnya seraya mengemukakan inovasi yang terus dilakukan untuk menjawab pasar.
Wakil Ketua DPP Wahdah Islamiyah HM Ihsan Nurjalil mengemukakan kesiapan pihaknya untuk selalu memberi dukungan kepada Pemda Kabupaten Bantaeng untuk terus melakukan inovasi.
Dukungan juga diberikan untuk menjadikan Bantaeng menjadi contoh dalam pembangunan keagamaan sehingga menjadi pelopor perbaikan dan pada saatnya akan lahir pemimpin yang mumpuni.
Ihsan Nurjalil memuji perkembangan yang terjadi di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.
Sebelumnya, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Kabupaten Bantaeng Badawi mengungkapkan berbagai program kegiatan yang dilakukan menyusul keberhasilan daerah yang sudah banyak mendapat pujian.
Tentu saja pujian tidak datang begitu saja dari masyarakat dan berbagai tetamu, termasuk tamu dari manca negara yang takjub dan terkesima melihat perkembangan Bantaeng dalam tiga tahun terakhir. (T.KR-DF/F003)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
