Logo Header Antaranews Makassar

DLHK Polewali Mandar usulkan penyuluh pertanian penerima Kalpataru 2022

Rabu, 20 April 2022 20:24 WIB
Image Print
Pertemuan secara virtual bersama tim Direktorat Jenderal Perhubungan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka rangka verifikasi dan validasi nominasi penerima anugerah penghargaan Kalpataru. (ANTARA/HO/Diskominfo Polewali Mandar)

Mamuju (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat mengusulkan Abigael Limo penyuluh pertanian di dinas pertanian dan pangan setempat sebagai penerima Kalpataru 2022.

“Pelayanan penyuluhan pertanian,” kata Sekretaris DLHK Polewali Mandar Hikmah, saat melakukan pertemuan virtual dengan tim Direktorat Jenderal Hubungan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dipantau di Mamuju, Sulbar, Rabu.

Pertemuan virtual dengan tim Ditjen Humas dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang direncanakan berlangsung selama dua hari, yakni 20-21 April 2022, dalam rangka verifikasi dan validasi. nominasi penghargaan Kalpataru.

Selain rajin melakukan edukasi pertanian ramah lingkungan, Abigael Limo, perempuan berstatus PNS, menurut Hikmah, juga memberikan edukasi pembuatan pupuk organik, pemanfaatan limbah dan pestisida nabati.

“Sehingga tindakannya berdampak pada peningkatan produksi pertanian dan menjadi salah satu pertimbangan untuk mengusulkan penerima penghargaan Kalpataru tahun 2022,” kata Hikmah.

Dikatakannya, pertemuan daring tersebut merupakan bentuk verifikasi virtual, dimana Tim Sekretariat Anugerah Kalpataru 2022 mempertanyakan segala nilai yang telah dilakukan penyuluh pertanian.

“Dalam verifikasi virtual ini, tim menanyakan hal-hal berharga yang dilakukan Abigael setiap hari untuk masuk nominasi tiga besar dari 25 orang yang terdaftar sebagai calon penerima kategori Hamba Kalpataru,” kata Hikmah.

Dalam pelaksanaan kerjanya, PPL, menurut Hikmah, memberikan pendampingan, penyuluhan praktik pemupukan alami untuk persawahan dan lahan pekarangan yang menghasilkan produk ramah lingkungan yang diimplementasikan di wilayah binaan.

Selain petani, kata dia, ada juga kelompok perempuan tani yang didampingi untuk mengajar membuat pupuk organik dari limbah rumah tangga. Selain itu, Abigael memiliki kegiatan sosial di komunitas peduli kemanusiaan.

“Kegiatan para penerima penghargaan dalam menciptakan manfaat bagi lingkungan diterapkan pada masyarakat sekitar, salah satunya dengan membuat penolak tikus lingkungan dari botol bekas dan membantu petani mengantisipasi hama tikus pertanian,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026