
Pemkab Diminta Jaga Keasrian Kali Mamuju

Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, diminta menjaga keasrian tempat wisata mandi-mandi di Kali Mamuju, yang terletak sekitar lima kilometer dari Kota Mamuju, karena sudah mulai tercemar.
Yasin, salah seorang warga di Mamuju, Minggu, mengatakan, Permandian Kali Mamuju keasriannya sudah mulai terusik karena sungai mulai tercemar akibat menjadi tempat pembuangan limbah domestik dari hulu.
Ia mengatakan, masyarakat yang bermukim di wilayah hulu Kali Mamuju membuang kotoran secara sembarangan sehingga menceramri sungai yang juga dijadikan masyarakat sebagai sarana transportasi kayu yang diambil dari hutan.
Selain mengotori aliran Kali Mamuju kata dia, aktivitas masyarakat di hulu sungai Mamuju juga mencemari air terjun setinggi 100 meter.
Akibatnya, lokasi air terjun Tamasapi yang dulu selalu ramai dikunjungi warga masyarakat kini sudah ditinggalkan karena kotor dan tercemar limbah domestik dari hulu.
"Kali Mamuju juga sudah kotor karena pemilik kendaraan pengangkut alat berat maupun kendaraan umum lainnya menjadikan sungai Mamuju menjadi tempat cuci kendaraan," kata Anca warga lainnya.
Oleh karena itu ia meminta pemerintah di Mamuju melakukan antisipasi pencemaran sungai Mamuju dengan menyusun program agar keasrian kali Mamuju tersebut tetap terjaga tidak kotor dan tercemar.
"Pemerintah Mamuju harus menyediakan WC umum untuk masyarakat di lingkungan Tamasapi yang mendiami hulu Kali Mamuju ini, agar pencemaran dapat diminimalisasi," katanya. (T.KR-MFH/A013)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
