
Dinsos Sulbar salurkan dua ton beras untuk korban banjir di Malunda Majene

Mamuju (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Barat menyalurkan bantuan dua ton beras untuk korban banjir di Kecamatan Malunda Kabupaten Majene.
"Bantuan dua ton beras disalurkan pemerintah Sulbar kepada masyarakat di lokasi banjir Kecamatan Malunda Kabupaten Majene," kata Kepala Dinsos Sulbar, Amir Maricard di Mamuju, Jumat.
Ia mengatakan pemerintah Sulbar juga akan membangun dua dapur umum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan makanan siap saji di lokasi banjir.
Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik juga mengatakan pemerintah Sulbar juga menyalurkan bantuan kebutuhan logistik dan air bersih untuk korban bencana banjir di Kecamatan Malunda
Ia mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulbar, Balai Prasana Pemukiman Wilayah Sulbar dan Dinas Pekejaan Umum Provinsi Sulbar telah menurunkan bantuan tersebut.
Bantuan untuk bencana Banjir di Kecamatan Malunda untuk air bersih korban banjir berupa hidrant umum dua unit Kapsitas 2000 liter dua unit mobil tangki air kapasitas 4000 liter.
Kemudian, sarana tanggap darurat berupa satu unit dump truk, dan satu unit dan kendaraan double Kabin satu unit serta satuan tugas tanggap darurat.
"Logistik dan sarana air bersih dibutuhkan masyarakat di lokasi pengungsian, sehingga pemerintah Sulbar melakukan reaksi cepat penanganan bencana di kecamatan Malunda," ujarnya.
Sebelumnya Banjir di Kecamatan Malunda Kabupaten jalur trans Sulawesi di wilayah serta merendam ratusan pemukiman masyarakat setelah hujan deras melanda sejak Kamis Sore (26/5) sekitar pukul 15.00 Wita.
Lahan pertanian warga rusak akibat terendam banjir, dan sejumlah ternak dan kendaraan roda dua milik warga hanyut dibawa banjir.
Sejumlah rumah warga juga rusak dan fasilitas pemerintah terendam selain itu sejumlah jembatan dan jalan rusak dan ratusan warga terisolir serta mengungsi ketempat lebih tinggi akibat banjir tersebut.
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
