Logo Header Antaranews Makassar

Komunitas Laut Biru Sulbar merestorasi terumbu karang di Gusung Toraja

Selasa, 7 Juni 2022 20:42 WIB
Image Print
Ketua Komunitas Laut Biru Sulbar Putra Ardiansyah (ANTARA/HO/Dokumentasi Pribadi)

Mamuju (ANTARA) - Komunitas Laut Biru, sebuah lembaga pemerhati lingkungan di Provinsi Sulawesi Barat, meluncurkan kegiatan transplantasi terumbu karang di Gusung Toraja, Kabupaten Polewali Mandar.

Ketua Komunitas Laut Biru Sulbar Putra Ardiansyah, dihubungi dari Mamuju, Selasa mengatakan, transplantasi terumbu karang di Gusung Toraja Kecamatan Binuang itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia, yang jatuh pada 8Juni 2022.

"Jadi kami memang punya program di sana namanya Teman-teman Karang. Nah, program itu kemudian kami luncurkan di Hari Laut Sedunia yang rencananya kami melakukan peletakan bibit karang pertama, sekaligus seremonial peringatan Hari Laut Sedunia," kata Putra Ardian.

Kegiatan itu lanjutnya, juga melibatkan sejumlah komunitas pecinta lingkungan yang ada di Kabupaten Polewali Mandar.

Transplantasi terumbu karang di Gusung Toraja kata Putra Ardiansyah, sebagai upaya restorasi ekosistem terumbu karang di salah satu gugusan pulau yang ada di Kabupaten Polewali Mandar itu.

Selama bertahun-tahun lanjutnya, terumbu karang di kawasan Gusung Toraja rusak akibat bom dan racun potas dari kegiatan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.

"Dari survei yang kami lakukan pekan lalu, terumbu karang di beberapa titik di kawasan Gusung Toraja masih bagus tapi di banyak titik itu sudah hancur," tuturnya.

"Kemudian, karang-karang yang hancur itu kami coba restorasi untuk dihidupkan kembali. Kita berupaya mengembalikan ekosistemnya," jelas Putra Ardiansyah.

Ia mengutarakan harapannya agar melalui restorasi ekosistem terumbu karang itu bisa menjadi daya tarik wisata baru di Pulau Gusung Toraja, seperti wisata edukasi tentang terumbu karang.

Sehingga tambahnya, memberikan dampak ekonomi masyarakat di kawasan Gusung Toraja, khususnya dan Kabupaten Polewali Mandar, umumnya.

"Kami juga harapkan kegiatan ini bisa berkolaborasi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait serta para mahasiswa untuk menjadi lokasi penelitian bagi teman-teman yang ingin meneliti nantinya. Jadi mungkin seperti laboratorium bawah laut," jelas Putra Ardiansyah.

Ia menyampaikan, terumbu karang karang juga berfungsi sebagai penahan abrasi sehingga dapat mempertahankan area Gusung Toraja

"Jadi bukan hanya pohon sebenarnya, terumbu karang juga berfungsi sebagai memecah ombak sehingga dapat mencegah terjadinya abrasi. Jadi keuntungannya, ketika ada terumbu karang luasan Gusung Toraja tetap stabil," papar Putra Ardiansyah.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026