Logo Header Antaranews Makassar

Dinkes : Vaksinasi BIAN di Makassar capai 25,6 persen

Kamis, 9 Juni 2022 20:29 WIB
Image Print
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail dan Kadiskes Makassar meninjau pelaksanaan vaksinasi BIAN di TK Makassar, Kamis,(9/6/2022).ANTARA/HO

Makassar (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Makassar menyebutkan program vaksinasi pada Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di daerah itu hingga pekan kedua bulan Juni 2022, telah mencapai angka 25,6 persen dari target 305.211 anak.

"BIAN imunisasi untuk anak sekolah itu sasaran kita 305.210 ribu. Sampai sekarang capaian dari sasaran yang kita capai 78.135 anak, jadi baru sekitar 25,6 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin di Makassar, Kamis.

Nursaidah menjelaskan pelaksanaan imunisasi dasar pada Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) terus dikejar oleh pemerintah kota Makassar. Saat ini pihaknya tengah menginisiasi dari pintu ke pintu bagi anak yang tidak bersekolah tetap diberikan vaksin.

"Kan ada anak di sekolah, ada anak yang tidak sekolah, kita akan gagas. Jadi, anak yang tidak sekolah, kita datang dari rumah ke rumah, yang kita lakukan di layanan sekolah di 47 Puskesmas yang ada di Kota Makassar," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail berharap kepada pemangku kepentingan terkait agar bersama-sama berupaya meningkatkan capaian imunisasi anak-anak di Makassar selama pelaksanaan BIAN pada 18 Mei hingga 30 Juni 2022 agar dapat tercapai target 95 persen.

Pihaknya menyerukan agar seluruh berperan aktif menyukseskan pelaksanaan BIAN dengan menyebarluaskan informasi pada setiap kesempatan, menggerakkan masyarakat dan orang tua agar anaknya diimunisasi, serta menjadi teladan dalam keluarga dengan mendapatkan imunisasi lengkap.

"Semoga upaya kita dalam menyehatkan anak-anak Kota Makassar dengan pemberian imunisasi dapat mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) yang disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti yang terjadi di beberapa daerah di Sulawesi Selatan dan provinsi lainnya," ujarnya.

Pelaksanaan BIAN berlangsung selama satu bulan dan digelar secara bertahap di seluruh provinsi Indonesia. Tahap pertama dilaksanakan mulai Mei 2022 di seluruh provinsi di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Sebelumnya, pelaksanaan BIAN telah diluncurkan pada 18 Mei 2022 oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI).

Untuk pemberian Vaksin MR (vaksin campak dan rubella) merupakan imunisasi yang diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan rubella (campak Jerman).

Penyakit ini merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Penularan penyakit ini bisa ditularkan melalui saluran pernapasan, terutama kontak langsung dengan penderita yang terinfeksi melalui batuk ataupun bersin.

Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman kepada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional terhadap pencapaian target eliminasi campak-rubela/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2023.

Pemberian vaksin tersebut diberikan pada anak usia sembilan bulan sampai kurang lebih 12 tahun.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026