
BPBD salurkan bantuan kepada korban puting beliung di Takalar

Makassar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan kepada korban terdampak bencana angin puting beliung di Pulau Tanakeke, Kabupaten Takalar, Senin.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melalui keterangannya di Makassar, Senin juga telah meminta Dinas Sosial untuk menyalurkan bantuan. Hal itu telah dilakukan melalui penyaluran buffer stok logistik Dinsos Kabupaten Takalar.
Bantuan berupa logistik pangan dan logistik shelter kit telah disalurkan oleh Pemprov Sulsel melalui BPBD Sulsel.
"Kita berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat untuk bangkit atas musibah ini,” ujarnya.
Dari laporan Pusdalops BPBD Sulsel bencana angin puting beliung terjadi di Dusun Rappo-Rappoa dan Dusun Kalukuang, Desa Rawataya, Kecamatan Tanakeke, Kabupaten Takalar pada Minggu malam.
Akibatnya, 27 kepala keluarga terdampak. Sebanyak 27 unit rumah dan 1 unit gudang dinyatakan rusak.
Angin puting beliung menghancurkan rumah warga yang didominasi rumah panggung pada salah satu desa padat penduduk di Kepulauan Tanekeke tersebut.
Kondisi ini menyebabkan warga kehilangan harta benda dan tempat tinggal.
"Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun kerugian materil diduga mencapai puluhan juta," ujar Kepala BPBD Takalar Nuriksan Nurdin.
"Kita sementara mendata berapa total kerugian materil serta jumlah pasti rumah yang mengalami kerusakan," tambahnya.
Penyaluran bantuan juga telah dilakukan pemerintah setempat bersama TNI, dan Kepolisian.
"Satu tim telah diberangkatkan untuk membantu korban bencana, sekaligus membawa bantuan logistik berupa bahan makanan dan pakaian," katanya.
Selain itu, tim lain juga akan segera berangkat untuk mendirikan posko/tenda darurat dan dapur umum untuk korban. Tim medis juga disiapkan untuk membantu para korban angin puting beliung.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
