
Dinkes Makassar genjot vaksinasi antisipasi subvarian baru omicron

Makassar (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin mengatakan, pihaknya terus menggalakkan vaksinasi tahap satu hingga tiga untuk mengantisipasi penyebaran subvarian BA.4 dan BA.5 di masyarakat.
“Ini salah satu upaya untuk mencegah masuk dan menyebarnya varian baru Omicron,” kata Nursaidah di Makassar, Sabtu.
Dikatakannya, sebenarnya setiap varian COVID-19, apapun variannya, salah satu opsi yang harus dilakukan adalah vaksin.
Sehubungan dengan itu, vaksinasi dapat lebih digalakkan untuk mengantisipasi varian Omicron.
Menurutnya, salah satu upaya Pemkot Makassar adalah dengan menerapkan vaksinasi atau booster dosis ketiga yang akan diberikan kepada kelompok rentan, yakni lansia (Lansia).
Dari kajian ilmu kesehatan, lanjutnya, ketiga vaksin tersebut akan memberikan kekebalan yang lebih kuat. Oleh karena itu, semua yang telah divaksinasi untuk kedua kalinya disarankan untuk melanjutkan ke vaksin ketiga.
Hal itu ditegaskan Wali Kota Makassar, H Ramdhan Pomanto dalam keterangan terpisah.
Ia mengatakan, pihaknya terus meminta jajarannya hingga tingkat RT/RW untuk mensosialisasikan pentingnya vaksinasi untuk mengantisipasi penularan COVID-19 dan variannya.
Termasuk melakukan 'tracking' ke rumah tangga apakah sudah divaksinasi atau belum, sehingga jika ada kendala di lapangan bisa segera diantisipasi.
Terkait tidak adanya vaksinasi atau Booster ketiga pada Lansia, disebutkan bukan karena ketidakmampuan Pemerintah Kota Makassar, melainkan karena kelayakan Lansia mendapatkan vaksinasi ketiga.
Pasalnya, sebagian besar lansia dicegah untuk divaksinasi, karena mereka memiliki hipertensi, sehingga tidak memenuhi syarat untuk divaksinasi yang standar tekanan darah maksimumnya idealnya 150/100, meskipun 180/110 masih diperbolehkan.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
