Kemenristek Ciptakan Vaksin Penangkal Flu Burung

id kemenristek, vaksin flu burung, pt bio farma, gusti muhammad hatta, makassar

Kemenristek Ciptakan Vaksin Penangkal Flu Burung

MAKASSAR - RAPAT KOORDINASI MENRISTEK. Menteri Negara Riset dan Teknolog (Menristek), Gusti Muhammad Hatta (kiri), memberikan keterangan kepada wartawan terkait rapat kordinasi penelitian dan pengembangan Kementrian Dalam Negeri di Makassar, Sulsel,

Makassar (ANTARA News) - Kementerian Negara Riset dan Teknologi telah menciptakan vaksin penangkal virus flu burung dan  akan diproduksi secara massal oleh PT Bio Farma pada 2013.  

"Kita bersyukur ini termasuk terobosan, bibit flu burung sudah ditemukan, tinggal dibiakkan dan akan diproduksi massal," kata  Menteri Negara Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Saat memberikan keterangan kepada wartawan, Gusti mengatakan, vaksin flu burung sudah ditemukan dengan pengembangan bibit untuk nantinya dijadikan vaksin. Tidak hanya itu, vaksin lain untuk bayi dan anak Sekolah Dasar juga mulai diujicoba.

"Kita tahu bahwa setiap tahun minimal 5-7 juta vaksin untuk bayi diambil dari luar negeri tentunya uang kita habis, begitu juga vaksin anak usia sekolah belasan juta vaksin dipakai. Oleh karena itu kita terus meneliti sehingga bisa segera diproduksi di dalam negeri" ungkapnya.

Tidak hanya itu, kata pejabat kelahiran 1 September 1952 ini, telah membentuk konsorsium  dan meneliti dalam pembuatan vaksin-vaksin untuk penanggulangan penyakit Hepatitis B dan C.

"Saya terus mengarahkan semuanya termasuk 7 UKM di bawah kordinasi Ristek. LIPI dan BATAN sudah banyak membantu ke daerah-daerah dan saya juga mengarahkan terus agar dibantu  koridor-koridor serta kementerian lain agar tetap berkoordinasi," katanya.

Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat ini menambahkan, apabila seluruh daerah di Indonesia bangkit dan melakukan gerakan serupa maka gerakan nasional  juga akan terangkat dan kondisi indonesia akan lebih baik.  (T.KR-DF/S023)

    

Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar