Gubernur : Sulbar Bermasalah Kesehaan karena Pemberontakan

id anwar adnan saleh, gubernur sulbar, masalah kesehatan, pemberontakan di-tii

Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh mengatakan, Provinsi Sulbar menjadi daerah bermasalah di bidang kesehatan karena daerah itu pernah dilanda pemberontakan setelah kemerdekaan Republik Indonesia.

"Sesudah Indonesia merdeka, Sulbar terkenal sebagai daerah yang menjadi basis pemberontak Darul Islam-Tentara Islam Indonesia (DI-TII). Pemberontakan itu akhirnya memporakporandakan daerah ini karena DI/TII membakarnya, sehingga Sulbar menjadi daerah tertinggal dan terisolir," kata  Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Kamis.

Ia mengatakan, Sulbar jauh tertinggal dari daerah lainnya di Indonesia akibat pemberontakan yang menghancurkan infrastruktur daerah ini, dan menjadikannya daerah terisolir karena tidak mendapatkan akses pelayanan pemerintahan yang lebih baik, sebelum mekar dari Provinsi Sulawesi Selatan pada 2004.

"Daerah ini menjadi daerah pembuangan pejabat nakal di Provinsi Sulsel ketika daerah ini masih bergabung dengan Sulsel kala itu, dan daerah ini juga jauh dari akses pelayanan kesehatan dan pendidikan dari pemerintah," katanya.

Akibatnya, kata dia, masyarakat juga tertinggal dari akses pelayanan kesehatan sehingga daerah ini hingga kini masih bermasalah dengan pelayanan kesehatan seperti dikategorikan pemerintah pusat.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan Provinsi Sulbar sebagai salah satu daerah yang masih bermasalah dalam bidang kesehatan di Sulawesi bersama dengan Provinsi Sulteng dan Gorontalo.

Sulbar dinilai sebagai daerah bermasalah kesehatan karena tidak mampu memenuhi 24 indikator indeks pembangunan kesehatan masyarakat di antaranya adalah prevalensi balita gizi buruk yang kurang, balita sangat pendek, balita sangat kurus, prevalensi balita gemuk, diare, prevalensi pnenomia, prevalensi hipertensi, prevalensi gangguan mental, prevalensi asma, prevalensi penyakit gigi dan mulut serta prevalensi disabilitas.

"Memang tidak mudah keluar dari masalah kesehatan ini. Kita butuh perjuangan panjang atas dukungan pemerintah pusat," katanya. (T.KR-MFH/H-KWR) 
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar