Logo Header Antaranews Makassar

YPKDS Makassar : Hak dasar anak dengan HIV dan AIDS harus terpenuhi

Senin, 25 Juli 2022 05:13 WIB
Image Print
Ilustrasi - Kampanye damai perlindungan terhadap anak dari tindak kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, dan pelecehan seksual. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/kye/aa.

Makassar (ANTARA) - Direktur IU Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya (YPKDS) Kota Makassar Rachman Rahim menegaskan bahwa hak dasar anak dengan HIV dan AIDS harus tetap terpenuhi, tanpa ada diskriminasi.

"Isu terkait hak dasar anak adalah hal yang harus kami pastikan bahwa tidak ada anak yang menerima stigma diskriminasi pada saat dia sekolah," ujar Rachman melalui keterangan persnya di Makassar, Minggu.

Dari segi kesehatan, bagi Rachman, tidak ada yang membedakan anak negatif HIV dan anak positif HIV, yang membedakan hanya karena adanya virus dalam tubuh anak positif HIV tetapi tetap beraktifitas dengan anak lainnya, tetap sama dan tidak ada yang membedakan.

"Jadi ini tanggung jawab kita bersama, bagaimana anak dengan HIV ataupun anak yang terlahir dari orang tua yang terpapar HIV tidak mendapat diskriminasi," ujarnya.

Maka sebagai NGO atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bertujuan melayani masyarakat umum tanpa maksud tertentu
harus memastikan pendampingan, akses kesehatan bisa terpenuhi hingga akses obat selalu ada bagi para Orang Dengan HIV dan Aids (ODHA).

"Harapannya hal ini dapat menjadi perhatian kita semua khususnya perbedaan antara ibu dan anak. Jangan lupakan juga bahwa ada perempuan yang terdampak HIV namun anaknya negatif HIV ini adalah hasil dari komitmen Dinas Kesehatan terkait penularan serta pencegahan ibu ke anak," urainya.

Para NGO dan berbagai pihak terkait memiliki tugas yang berat dan besar dalam membahas soal HIV dan AIDS di masyarakat, terlebih stigma itu tetap ada.

Bukan itu saja, banyak orang yang terinfeksi tidak tahu dan tidak mendapat informasi jika mereka melakukan aktivitas menyimpang dapat beresiko terkena HIV.

"Hal-hal seperti ini kita bisa berinovasi, berkolaborasi dengan teman-teman dari forum anak. Memang isu terkait HIV sangat sensitif untuk di bicarakan dan masih harus bekerja keras untuk masyarakat paham," ujarnya.

Rachman menyebut sekitar 40 anak telah didampingi dari 61 anak yang terdata terinfeksi HIV di Makassar. Beberapa anak bahkan sudah masuk ke fase obat dewasa, yang artinya dengan adanya obat ini kualitas hidup anak-anak ini penderita HIV terbilang sehat.

"Tidak ada yang berbeda dengan anak-anak lainnya yang dapat beraktivitas, seperti sekolah, bergaul, bahkan bisa berkuliah dan memang dibutuhkan kerja sama terkait inovasi HIV," urainya.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026