
PSBM akan Menasionalkan Makanan Khas Sulsel

Makassar (ANTARA News) - Berbagai jenis makanan tradisional khas Sulawesi Selatan akan diperkenalkan secara nasional menjadi salah satu target utama dari Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XIII yang digelar pada 26 Agustus 2012.
Ketua panitia pelaksana PSBM XIII Sadikin Aksa di Makassar, Sabtu, mengatakan, upaya menasionalkan makanan tradisional khas Sulsel telah disepakati menjadi salah satu fokus yang akan ditindaklanjuti usai pertemuan.
Menurutnya, upaya ini dilakukan karena banyak kalangan yang merindukan makanan khas Sulsel khususnya para saudagar yang berada di seluruh wilayah Indonesia bahkan mancanegara.
Selain itu, Sulsel memang merupakan salah satu daerah yang terkenal sebagai tujuan wisata kuliner. "Selain untuk berbisnis orang ke Makassar untuk wisata kuliner," katanya.
Panitia menjadikan festival makanan tradisional sebagai salah satu agenda utama dalam penyelenggaraan PSBM XIII yang dirangkaikan dengan musyawarah kerja nasional (mukernas) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) sebagai bagian dari upaya awal untuk menasionalkan makanan tradisional melalui para saudagar dan pengurus KKSS.
Makanan-makanan tersebut akan disajikan secara tradisional pada jamuan makan malam PSBM dan acara penutupan.
Usai penyelenggaraan PSBM, akan dibentuk tim untuk memantau dan mengkaji potensi makanan tradisional yang memungkinkan untuk diperkenalkan secara luas. Kemudian merancang pola distribusi dan kemasan yang menarik.
Upaya ini pun telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah mengenai paket-paket makanan yang akan diperkenalkan. Untuk distribusi, lanjut dia, juga dapat dikelola bersama KKSS.
Ia menegaskan, tidak ada kata terlambat untuk memulai. Hal ini juga merupakan salah satu evaluasi dari PSBM sebelumnya. "Tidak ada kata terlambat, kita harus mulai. Dengan makanan budaya suatu daerah bisa dikenal,"katanya. (T.KR-RY/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
