
PSBM Agendakan Pembahasan Rekomendasi

Makassar (ANTARA News) - Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XIII mengagendakan rapat pembahasan atas rekomendasi yang dihasilkan pada PSBM XII pada 17 September 2010.
Ketua panitia pelaksana PSBM XIII Sadikin Aksa di Makassar, Sabtu, mengatakan, rapat evaluasi tersebut akan dilakukan pada sesi diskusi saudagar.
Seperti pernah diberitakan sebelumnya, pada penutupan PSBM XII dihasilkan 13 rekomendasi yang disepakati untuk pembangunan karakter kebudayaan dan ekonomi di Sulawesi Selatan.
Dalam kegiatan sehari penuh pada 26 Agustus 2012 tersebut, akan digelar pula "sharing session" oleh Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Bupati Wajo Burhanuddin Unru dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Syuaib Mallombassi.
"Persiapan penyelenggaraan acara sudah mencapai 90 persen, tinggal data-data dari peserta yang akan hadir," katanya yang menambahkan pada pertemuan kali ini juga telah disepakati bahwa PSBM akan digelar setiap dua tahun sekali.
PSBM yang kali ini dirangkaikan dengan penyelenggaraan musyawarah kerja nasional Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang telah digelar pada hari ini, dihadiri oleh sekitar 300 peserta.
"Diperkirakan hari ini 300 orang dan besok diperkirakan 600 orang. Rombongan kebanyakan baru berangkat dari Jakarta pada hari ini," katanya.
Agenda utama lainnya dalam kegiatan yang rencananya akan dibuka oleh inisiator PSBM Jusuf Kalla adalah seminar cerita sukses dari tiga pengusaha yakni pendiri grup Matahari Hari Darmawan, CEO Bosowa Corporation Erwin Aksa dan Direktur Utama PT Bayumas Jaya Mandiri (BJM) Rusdi Masse.
Kegiatan bertema "Menguatkan Spirit Saudagar Bugis-Makassar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Nasional" ini bertujuan untuk membangun jaringan usaha dan menguatkan sinergitas pemerintah daerah dengan para saudagar di seluruh wilayah nusantara dan menciptakan lingkungan yang dapat mendukung tumbuhnya para pelaku yang bermental kewirausahaan.
Selain itu, saudagar Bugis Makassar dapat mengoptimalkan potensi dan minat masyarakat untuk berani memulai usaha sebagai wirausaha mandiri dan produktif serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan sehingga tumbuh wirausaha baru, membuka peluang penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
(T.KR-RY/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
