
Kabupaten Bantaeng Gratiskan Tujuh dari Sepuluh Perizinan
Minggu, 26 Agustus 2012 19:54 WIB

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah pada Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XIII di Makassar, Minggu, mengatakan kebijakan tersebut dilakukan juga untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Kebijakan yang diterapkan untuk mendukung kemajuan iklim usaha adalah menyediakan sarana usaha bagi masyarakat seperti pusat pujasera yang terdapat di lokasi wisata Pantai Marina.
"Daerah ini memiliki konsep membangun daerah dari desa di antaranya melalui program badan usaha milik desa atau Bumdes. Salah satunya menyediakan kendaraan angkut yang dikelola oleh pengurus Bumdes di setiap desa untuk membawa hasil tani," ujarnya.
Ia menambahkan, wilayah Bantaeng terdiri atas tiga "cluster" utama yakni dataran tinggi dan rendah untuk pembudidayaan komoditas hortikultura, budidaya padi, jagung dan talas, serta kawasan pesisir yang dikembangkan menjadi daerah wisata.
"Dari sisi pengelolaan anggaran, pihaknya membangun pola pikir untuk menghasilkan bukan menghabiskan," katanya.
APBD sebesar Rp400 miliar dikelola sedemikian rupa dengan menghemat belanja rutin dan memperbesar porsi anggaran pembangunan yang lebih diarahkan kepada program seperti Bumdes.
Ia mengatakan, salah satu pembangunan infrastruktur awal yang berpengaruh dalam pembangunan adalah dam Balang Sikuyu.
Dam senilai Rp14 miliar tersebut berhasil mengatur konsentrasi air sehingga kabupaten ini tidak lagi menjadi langganan banjir.
Bendungan pengendali banjir ini sekarang berfungsi sebagai sumber air untuk pertanian dan ikan air tawar.
Ketersediaan listrik di kabupaten ini juga sangat besar mencapai 120 mega watt dengan beban puncak yang hanya mencapai tujuh mega watt. (T.KR-RY/E005)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
