
Relawan Ganjar Sulsel terus bergerak perkuat jaringan

Makassar (ANTARA) - Relawan Komunitas Nelayan Pesisir (RKNP) Ganjar Pranowo di Sulawesi Selatan terus bergerak untuk memperkuat jaringan dengan kembali mendeklarasikan pendirian tim relawan pendukung Ganjar Pranowo maju Calon Presiden pada Pemilu 2024 di Dermaga Sabana Bonto Bahari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
"Inisiatif kita di sini atas dasar apa yang dilakukan Pak Ganjar di Jawa Tengah terhadap petani dan nelayan. Ada pemberdayaan melalui peningkatan kapasitas sumberdaya, peralatan, asuransi dan pemasaran," kata Sekjen RKNP Sulsel Firmansyah, di sela-sela deklarasi tersebut, Kamis.
Deklarasi tersebut dihadiri ratusan nelayan, petani dan tambak serta tokoh masyarakat sekaligus dirangkaikan diskusi serta pemberian bantuan bahan pokok.
Ia mengatakan pemberdayaan nelayan sangat penting untuk perbaikan perekonomian nasional ke depan.
Jaringan Nelayan Pesisir Sulsel tersebut diinisiasi pembentukannya oleh para relawan Ganjar Pranowo Presiden 2024 sekitar dua bulan lalu dan mulai menyebar di berbagai daerah termasuk di Sulsel.
Tujuannya yakni meningkatkan produktivitas dan pemberdayaan nelayan di kawasan pesisir. Bantuan dan dukungan juga diberikan nelayan di beberapa desa nelayan seperti di Kabupaten Bantaeng, Jeneponto, Barru serta Maros.
"Kami banyak mendapatkan pengetahuan baru yang mendorong kami terus bersemangat dan berkomitmen mendorong sektor perikanan agar lebih maju, apalagi Indonesia ini adalah negara maritim, potensi perikanannya pasti tinggi," ujarnya.
Dengan dukungan jaringan nelayan ini, tambah Firmansyah, diyakini dapat membangkitkan semangat serta kemajuan para nelayan di pesisir serta mendekatkan dukungan kepada Ganjar Pranowo di Sulsel.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah meluncurkan program jaminan dan asuransi untuk mendukung produktifitas nelayan. Data jumlah nelayan pada 2018, telah mencapai 2,01 juta jiwa dan di Jateng terdapat 526 ribu jiwa atau paling tinggi di antara wilayah di Indonesia.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
