
Majene siapkan 127 hektare lahan untuk bangun kawasan Food Estate

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyiapkan lahan seluas 127 hektare untuk membangun kawasan Food Estate di Kelurahan Tande Timur, Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene.
Penjabat Gubernur Sulbar, Akmal Malik di Mamuju, Rabu, mengatakan, upaya pemerintah di Majene membangun Food Estate akan mampu membangun ekonomi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Ia mengatakan, dirinya mengaku sangat senang dan terkesan dengan upaya pemerintah di Majene yang meningkatkan ketahanan pangan daerahnya dengan membangun Food Estate ini.
"Food Estate ini akan meningkatkan pangan daerah, dan memajukan ekonomi daerah, apa yang dibangun pemerintah di Majene hendaknya diikuti kabupaten lainnya di Sulbar," katanya.
Menurut dia, Food Estate merupakan upaya pengembangan kawasan dalam skala luas yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan untuk menghasilkan komoditi pangan.
Ia berharap, dengan Food Estate tersebut maka Sulbar akan mampu meningkatkan produksi komoditi pangannya sehingga bisa mensuplai kebutuhan pangan di ibukota negara baru (IKN) di Kalimantan.
Bupati Mamuju, Andi Syukri Tammalele mengatakan, pembangunan Food Estate di atas lahan seluas 127 hektare di Majene ini, untuk terus mengembangkan tanaman hortikultura yang cocok dengan kondisi alam Majene serta untuk mendukung program peningkatan pangan yang dicanangkan Kementerian Pertanian.
"Para petani terbiasa melakukan budi daya hortikultura seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai karena wilayah Majene merupakan kawasan pegunungan ini memang cocok untuk komoditas tersebut, sehingga Food Estate ini dibangun," katanya.
Ia mengatakan, tanaman yang akan dikembangkan pada Food Estate tersebut diantaranya bawang merah, bawang putih, cabai, dan kentang.
"Petani senang dengan program tersebut karena akan meningkatkan kesejahteraannya," katanya.
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
