
BKKBN Sulsel mendorong percepatan penurunan stunting di Bone

Makassar (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia melalui program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bone, Sulsel.
"Peran BKKBN Sulsel dalam memberikan pendampingan, informasi, advokasi dan edukasi di lapangan, Bone sudah keluar dari status lima kabupaten tertinggi angka stuntingnya," kata Bupati Bone, H A Fahsar M Padjalangi disela penganugrahan dan pemberian apresiasi pada Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Hj Andi Ritamariani di Kabupaten Bone, Kamis.
Menurut dia, keberhasilan yang diraih di Bone tidak lepas dari perhatian khusus Kepala Perwakilan termasuk program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) untuk mendorong percepatan penurunan stunting.
Dia mengatakan, bentuk dukungan konkrit BKKBN itu dengan adanya Kampung KB, termasuk pembinaan kepada masyarakat agar bisa hidup lebih baik, lebih sehat dan lebih sejahtera.
Saat ini, lanjut Bupati Bone, sudah terbentuk sebanyak 81 Kampung KB dan akan dibentuk 94 Kampung KB baru.
"Semua itu dilakukan sebagai upaya penurunan stunting di Kabupaten Bone melalui sinergitas dan kerjasama lintas sektor dengan melibatkan seluruh perangkat daerah, masyarakat, mitra kerja bersama TNI dan Polri yakni Babinsa dan Babinkamtibmas.
Sementara itu, Kaper BKKBN Sulsel mengatakan, penghargaan terhadap dirinya selaku Kaper BKKBN Sulsel ini diterima dari Pemerintah Bone atas dukungan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program penurunan stunting.
Mengenai Kabupaten Bone, lanjut dia, daerah ini merupakan salah satu kabupaten besar di Sulsel baik dari segi wilayah maupun penduduk, sehingga menjadi kabupaten penunjang capaian Sulsel.
“Dalam penanganan Stunting, BKKBN telah melakukan koordinasi dan kolaborasi kegiatan bersama pemerintah daerah dan mitra kerja lintas sektor dengan menyasar keluarga beresiko Stunting” ujar Andi Rita.
Sementara itu, dari hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021 diketahui, angka stunting di Sulsel masih berada pada angka 27,4 persen diatas rata-rata nasional sebesar 24,4 persen.
Karena itu, dalam penanganan Stunting dibutuhkan kerjasama dan sinegitas lintas sektor, baik dari pemerintah daerah, TNI, Polri, mitra kerja dan masyarakat agar target 14 persen angka prevalensi stunting secara nasional pada 2024.
Sementara itu, Deputi Latibang BKKBN Drh Muh Rizal Martua Damanik yang turut ke Kabupaten Bone untuk melakukan peninjauan penanganan stunting, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bone yang berupaya optimal menekan kasus stunting.
"Dukungan semua pihak untuk bergandengan tangan menekan kasus stunting di lapangan adalah hal yang mutlak harus dilakukan untuk mendukung target pemerintah menurunkan stunting hingga angka 14 persen," katanya.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
