
Pemkab Mamuju maksimalkan pelayanan kesehatan desa turunkan stunting

Mamuju, Sulbar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) maksimalkan pelayanan kesehatan desa untuk menurunkan angka penderita stunting.
"Pemerintah di Mamuju akan memaksimalkan penanganan stunting desa di Mamuju dengan membangun sarana kesehatan mulai dari Poskesdes Polindes dan Posyandu," kata Asisten III bidang administrasi Pemkab Mamuju Drs Artis Efendi, MAP di Mamuju, Rabu.
Ia mengatakan, dengan membangun pelayanan kesehatan di desa maka akan menjadi pusat konseling dan penyediaan makan sehat untuk peningkatan gizi balita.
Selain itu akan memaksimalkan perawatan kesehatan untuk ibu hamil.
Pemerintah di Mamuju telah berhasil menurunkan angka penderita stunting dari 43 persen menjadi 30,3 persen, meskipun berhasil menurunkan angka stunting, namun masih di atas angka nasional yang mencapai 24 persen, sehingga penanganannya harus terus dilakukan di Mamuju.
Menurut dia, dalam menurunkan angka stunting di Mamuju maka dibutuhkan kepedulian semua pihak, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menekan angka penurunan stunting yang dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga.
"Komitmen Pemerintah Mamuju dalam penurunan stunting harus diikuti komitmen publik agar dapat dilaksanakan dengan program pembangunan secara terintegrasi," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa pernikahan di usia dini turut mengakibatkan kasus stunting yang meningkat karena disebabkan kurang siapnya pasangan suami istri dibawah umur memberikan asupan gizi semasa kehamilan,
Selain itu, tidak memiliki kematangan psikologis dan organ reproduksi, serta kurangnya pengetahuan tentang pola asuh anak yang benar, sehingga pernikahan dini mesti dicegah.
Damdim 1418 Kabupaten Mamuju Letkol Infanteri M Imasfy, SE, MHAN mengatakan, Kodim 1418 Mamuju siap memberikan dukungan dan bekerjasama untuk penanganan stunting di Mamuju.
"TNI AD sebagai bapak asuh Stunting Nasional sesuai dengan program dan peraturan presiden Nompr 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, menjadi acuan Kodim Mamuju untuk terlibat aktif melakukan penanganan stunting di Mamuju," katanya.
"Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada tubuh dan otak anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, sehingga, anak lebih pendek dan memiliki keterlambatan dalam berpikir," katanya.
Ia mengajak, seluruh masyarakat Mamuju, menuntaskan masalah stunting, karena TNI AD dan pemerintah tidak sanggup bekerja sendiri, namun harus disertai dukungan seluruh elemen masyarakat.
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
