Logo Header Antaranews Makassar

DPKH Sinjai fokus merampungkan vaksinasi PMK sembilan kecamatan

Senin, 3 Oktober 2022 18:41 WIB
Image Print
Petugas DPKH Sinjai melakukan vaksinasi PMK kepada ternak warga. ANTARA/HO-Pemkab Sinjai

Makassar (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan fokus merampungkan vaksinasi ternak di sembilan kecamatan di daerah itu sebagai upaya pencegahan dan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala DPKH Sinjai Burhanuddin dihubungi dari Makassar, Senin, mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan vaksinasi PMK terhadap 3.007 ternak di lima kecamatan, yakni Sinjai Tengah, Sinjai Timur, Sinjai Barat, Bulupoddo, dan Tellu Limpoe.

Sebanyak 3.007 ekor ternak sudah divaksinasi yang terdiri atas dua tahap, yakni tahap pertama 2.472 ternak dan tahap kedua 535 ekor.

"Kami sekarang terus berupaya merampungkan di kecamatan lainnya, yakni Pulau Sembilan, Sinjai Borong, Sinjai Selatan, Sinjai Utara," ujarnya.

Ia menyatakan, total target vaksinasi ternak di salah satu kabupaten penghasil sapi di Sulsel itu, untuk tahap awal 15 ribu ekor yang artinya masih kurang lebih 12 ribu ekor akan divaksinasi dosis pertama.

"Untuk saat ini tersisa sebanyak 163 ternak yang sakit. Sementara sembuh sebanyak 56 ekor dan dipotong bersyarat 32 ekor," ujarnya.

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan drh Mappamancu menjelaskan pihaknya tengah menggencarkan kegiatan vaksinasi PMK.

"Vaksin PMK untuk bulan ini kita gencarkan untuk semua kecamatan dan desa yang ada di Kabupaten Sinjai,” jelasnya.

Terlebih, katanya, perlindungan ternak dari penyakit PMK sudah harus digencarkan sehingga seluruh peternak di "Bumi Panrita Kitta" --sebutan untuk Sinjai-- merasa terlindungi dan ternak mereka aman dari PMK.

“Kalau kami melihat perkembangan dari penyakit PMK ini memang vaksinasi harus digencarkan, karena walau perkembangannya pelan, akan tetapi terus terjadi penyebaran-penyebaran PMK walaupun itu berkisar satu dua ekor tetapi ini yang kami waspadai. Makanya vaksin kita gunakan sebagai solusi yang paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit PMK,” katanya.

Salah seorang petugas, drh. Andi Husnul Khatimah, mengaku saat turun ke lapangan terlebih dahulu memberikan edukasi kepada peternak, terlebih banyak peternak tidak ingin ternaknya divaksin.

"Nah tugas kami dari Dinas Peternakan khususnya saya dokter hewan biasanya lebih menjelaskan bahwa vaksinasi ini tidak menimbulkan hal yang negatif pada sapi. Tentu saja kita melakukan vaksinasi untuk hal baik, untuk memberikan kekebalan pada sapi agar sapi terhindar penyakit PMK,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026