Lima Korban Adonara Dirawat di RSUD Larantuka

id konflik antar warga, tanah ulayat, pulau adonara, rsud larantuka

Kupang (ANTARA News) - Lima korban konflik antarwarga memperebutkan tanah ulayat di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, saat ini menjalani perawatan insentif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Larantuka.

"Lima korban itu umumnya berasal dari Desa Lewonara. Mereka terkena serpihan bom rakitan dan peluruh dari senjata rakitan," kata Kepala RSUD Larantuka, Eman Lewar, Selasa ketika dikonfirmasi dari Kupang terkait korban yang dirawat di rumah sakit itu.

Selain lima korban itu, ada tujuh korban lagi dirawat di Puskemas Ile Boleng, tetapi direncanakan akan dibawa ke rumah sakit," kata Eman Lewar.

Dia mengatakan, dari lima korban itu, salah satu korban mengalami luka serius dan sedang dalam penanganan insentif.

Korban yang adalah warga Desa Lewonara itu terkena peluru rakitan pada bagian perut sehingga kondisinya cukup kritis, saat dilarikan dari Pulau Adonara dengan menggunakan kapal motor ke Larantuka.

Jika kondisi pasien terus memburuk, maka pihaknya akan mengirim korban ke Maumere untuk mendapat perawatan lanjutan di kabupaten tetangga itu, katanya.

"Kita masih sedang berupaya untuk memberikan pertolongan, tetapi kalau kondisinya memburuk maka akan dirujuk ke Maumere," katanya.

Konflik antarwarga dua desa di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur kembali meletus, Selasa, tetapi belum diketahui apakah ada korban tewas atau tidak.

Namun, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka karena terkena anak panah dan tombak saat warga dua desa itu saling berhadap-hadapan di lokasi yang disengketakan oleh dua desa, kata seorang anggota Polisi Abdul Rahman.

"Belum tahu, apakah ada korban jiwa atau tidak karena informasi masih simpang siur, tetapi korban luka-luka cukup banyak," kata mantan Kapolsek Waiwerang ini. (T.B017/R007) 
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar