Logo Header Antaranews Makassar

Inovasi "CERDAS" Enrekang Sulsel raih penghargaan karena turunkan stunting

Kamis, 20 Oktober 2022 03:45 WIB
Image Print
Sejumlah kepala daerah di Sulsel berhasil meraih penghargaan setelah sukses dalam top inovasinya di HUT ke-353 Sulsel. ANTARA/HO/Pemkab Enrekang

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan meraih penghargaan di HUT ke-353 provinsi itu dengan inovasinya CERDAS (Cekatan, Empati, Religius, Disiplin, Antusias dan Sadar Gizi) yang dinilai berhasil dalam menurunkan angka prevalensi kekerdilan pada anak atau stunting.

Piagam penghargaan diserahkan oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman kepada Wakil Bupati Enrekang Asman dalam acara Rapat Paripurna HUT ke-353 Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu.

Inovasi Pemkab Enrekang yang berhasil meraih penghargaan Top 33 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2022 yakni Komunitas Ibu CERDAS (Cekatan, Empati, Religius, Disiplin, Antusias dan Sadar Gizi) Cegah Stunting, dari UPT Puskesmas Maiwa.

"Alhamdulillah. Ini kado yang membanggakan untuk Enrekang. Inovasi ini menjadi satu dari 33 Inovasi Pelayanan Publik di Sulsel yang mendapatkan apresiasi dari Gubernur," kata Asman

Inovasi Komunitas Ibu CERDAS digagas oleh Fatmawati, SKM dari Puskesmas Maiwa. Sebelumnya inovasi ini bahkan menembus Top 99 Finalis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB).

Bupati Enrekang Muslimin Bando menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemprov Sulsel, khususnya Gubernur yang memberikan apresiasi atas inovasi tersebut.

"Semoga bisa memacu ASN dan OPD lainnya dalam menciptakan inovasi baru, bahu membahu menekan angka stunting," katanya.

Inovasi ini di kembangkan karena tingginya prevalensi stunting di Kabupaten Enrekang. Melalui inovasi ini, dibentuk komunitas ibu-ibu di desa yang secara bersama melakukan peningkatan pengetahuan melalui edukasi komunitas dan berkolaborasi menyebarkan informasi penanganan balita stunting dan gizi kurang.

Inovasi ini merupakan kerja sama berbagai pihak antara lain lintas program di puskesmas, lintas sektor, pemerintah, tokoh masyarakat setempat, ibu-ibu PKK dan pihak swasta

Selama ini program penanganan stunting dilakukan secara terpisah antara sektor dan tidak terintegrasi. Program penanganan stunting yang ada dimaksudkan untuk perbaikan pola asuh, pola makan dan sanitasi, namun masih berjalan secara terpisah dan belum terdapat kolaborasi antar program tersebut.

"Melalui inovasi ini, integrasi dan kolaborasi program dapat diwujudkan secara terpadu dan berkesinambungan. Pendekatan pemberdayaan masyarakat dilakukan untuk mengintegrasikan berbagai program pada kelompok sasaran di Desa Pariwang," jelas Fatmawati.

Lewat inovasi ini, digelar kegiatan edukasi komunitas, pendampingan ibu balita gizi kurang dan stunting, aktifitas fisik, pendampingan kelompok wanita tani dan pemanfaatan CTPS.

Program ini berdampak signifikan terhadap kelompok sasaran yaitu ibu hamil,menyusui, remaja putri bayi dan balita.

Hasilnya inovasi ini berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 35,1 persen (2018) menurun menjadi 22,22 persen (2021).

Perubahan perilaku masyarakat terkait pola asuh dan pola makan ditunjukkan dengan meningkatnya kunjungan ke posyandu dari 86,3 persen (2018) menjadi 95,3 persen (2021), meningkatnya balita yang naik berat badannya dari 58,4 persen (2018) menjadi 75 persen (2021).



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026