Logo Header Antaranews Makassar

PRSI Incar Dirut Tonasa Gantikan Sattar Taba

Selasa, 20 November 2012 15:07 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sulawesi Selatan mengincar Direktur Utama Semen Tonasa Andi Unggul Attas menggantikan Sattar Taba sebagai Ketua Umum PRSI Sulsel pada Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub), November 2012.

Ketua Harian PRSI Sulsel Abdul Muin di Makassar, Selasa, mengatakan, harapan agar Andi Unggul bisa mengisi posisi ketua umum guna meningkatkan prestasi renang Sulsel ke depan. Pihaknya juga berharap Dirut yang baru menjabat tersebut dapat memberikan perhatian yang sama bahkan lebih bagi atlet Sulsel.

Terkait pelaksanaan Musdalub PRSI Sulsel, lanjutnya, harus dilakukan sehubungan Ketua Umum sebelumnya yakni Sattar Taba, tidak lagi tinggal di Makassar dan hijrah ke Jakarta karena pekerjaan.

"Sattar Taba itu sebelumnya juga sebagai Dirut Semen Tonasa. Makanya kita tetap berharap Dirut yang baru ini bisa kembali memimpin Pengprov PRSI Sulsel," jelasnya.

Selama kepemimpinan Sattar Taba, baik sebagai Dirut ataupun ketua PRSI Sulsel dinilai sangat baik. Pihaknya juga tidak pernah mengalami kesulitan pendanaan untuk membiayai sejumlah program untuk peningkatan prestasi cabang olahraga renang Sulsel.

Bahkan ketika atlet renang indah Sulsel Selvy Melowa menggelar pemusatan latihan sebagai persiapan menghadapi PON XVIII Riau 2012 di Kanada selama tiga bulan, seluruhnya merupakan tanggungan Sattar Taba dan Semen Tonasa.

"Untuk bonus atlet juga sudah diberikan kepada Selvy dan rekannya sesama atlet PON 2012. Intinya apa yang telah dilakukan Ketua PRSI Sulsel sudah maksimal dan diharapkan tetap berlanjut dengan kepemimpinan untuk periode mendatang," katanya.

Sekretaris Umum KONI Sulsel Nukhrawi Nawir menjelaskan, setiap cabang olahraga sudah seharusnya dipimpin oleh orang yang memiliki kapasitas dan komitmen yang tinggi terhadap prestasi olahraga.

"Pembinaan beberapa cabang olahraga di Sulsel memang tidak dapat berjalan maksimal karena minimnya perhatian pengurus khususnya dari ketua cabang tersebut. Ini tentu bisa dijadikan alasan sebelum menentukan pilihannya dalam Musda," ujarnya. (T.KR-DF/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026