Logo Header Antaranews Makassar

BRI dan Perumda Pasar Makassar kerja sama digitalisasi pembayaran QRIS

Jumat, 21 Oktober 2022 20:11 WIB
Image Print
Penandatanganan kerja sama antara BRI Regional Makassar dengan Perumda Pasar Makassar terkait pembayaran non tunai dengan menggunakan QRIS. ANTARA/HO/Perumda Pasar

Makassar (ANTARA) - PT BRI Regional Makassar bersama Perusahaan Umum Daerah Pasar Makassar Raya sepakat melakukan kerja sama untuk mendukung pemberdayaan pembayaran nontunai atau secara digital dengan aplikasi Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS).

Regional CEO BRI Makassar Rahman Arif di Makassar, Jumat, mengatakan penggunaan pembayaran digital tersebut bakal membantu banyak para UMKM di pasar tradisional.

"UMKM harus berinovasi agar berkontribusi positif untuk perekonomian kita. Nah, ini ada 18 pasar induk dan tujuh pasar darurat yang akan kita berdayakan biar lebih pede dalam perubahan," ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini sudah ada 5.400 pedagang yang mendaftar dan menggunakan QRIS. Untuk wilayah Pasar Pabaeng-baeng saja sudah ada 350 pengguna, belum termasuk di pasar lainnya.

Untuk itu, Rahman Arif mengaku akan menjadikan Pasar Pabaeng-baeng sebagai percontohan untuk pasar lainnya di daerah-daerah.

"Di Pabaeng-baeng saja sudah ada 350 pengguna berkat bantuan Direktur Utama PD Pasar, ini pertama kali di Indonesia, kami meminta beliau untuk dijadikan agen BRILink. Dengan begini kita sama-sama butuh, sehingga meningkatkan penggunaan QRIS," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Karya, Ichsan Abduh Husein menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak BRI Regional Makassar atas dukungan yang diberikan dalam meningkatkan sistem pengelolaan berbasis digital di Pasar Pabaeng-baeng.

"Inilah yang kita harapkan, dan inilah juga harapan dari pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita, bagaimana agar bisa kembangkan pasar lokal agar tidak kalah dengan pasar online maupun pasar modern," katanya.

Pada kesempatan itu, Iccang sapaan akrab Ichsan Abduh Hussein mengatakan pihaknya juga telah melakukan studi banding di Perumda Pasar Jaya DKI Jakarta, untuk memperbaiki sistem pengelolaan dan sistem transaksi digital.

Saat ini, Ichsan membeberkan pihaknya berusaha agar masyarakat mau kembali berbelanja di pasar tradisional. Sebab, banyak orang yang menggantung hidupnya di pasar.

"Kami akan terus berinovasi agar transaksi ekonomi terus meningkat, utamanya setelah masa pandemi. Mulai sekarang harus reborn," bebernya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan memberikan bimbingan dan bantuan kepada para pedagang utamanya yang belum paham terkait manfaat dan penggunaan QRIS.

"Mungkin sekarang belum tahu apa manfaat dan kegunaannya, ini faktor kebiasaan saja, ini pola pikir akan kita mau ubah supaya mereka tidak kalah dengan transaksi online. Ini adalah tantangan," ucapnya.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026