Pertemuan Pengarang Lahirkan Perhimpunan Profesi

id pengarang indonesia, perhimpunan pengarang indonesia, radhar panca dahana

Makassar (ANTARA News) - Pertemuan Pengarang Indonesia melahirkan perhimpunan profesi yang dinamakan Perhimpunan Pengarang Indonesia.

"Ini merupakan perhimpunan profesi pertama bagi para sastrawan yang mencakup di dalamnya adalah para penulis dan budayawan," kata Pendiri Balai Sastra Indonesia Radhar Panca Dahana di Makassar, Selasa.

Dia mengatakan, kehadiran perhimpunan tersebut diharapkan dapat merangkul dan melindungi para sastrawan dan budayawan, termasuk menyalurkan aspirasi dan sumbangan pemikiran terhadap elemen masyarakat.

Menurut dia, selama ini sastrawan kurang mendapat perhatian pemerintah, bahkan termarjinalkan. Padahal peran sastrawan dan budayawan melalui karyanya memberikan nilai estetika dan pemaknaan dalam hidup dan kehidupan.

"Karena itu, tantangan terbesar bagi kami adalah bagaimana karya sastra dan budaya itu berada di hati masyarakat, karena sebenarnya karya tersebut merupakan representasi masyarakat pada zamannya," katanya.

Sebagai gambaran, karya sastra yang menuangkan isi perasaan tentang kegelisahan para tokoh yang ada dalam cerita itu, akibat kondisi sosialnya yang sarat dengan kasus Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Sementara untuk menghadapi era digital, lanjut Radhar, karya sastra pun mulai menyesuaikan diri dengan adanya "digital book" yang harganya jauh lebih murah dibandingkan buku cetak yang menggunakan bahan kertas.

"Sekarang sudah mudah diakses, dibawa dan dibaca dimana saja tanpa perlu membawa banyak buku, tapi cukup dengan alat teknologi seperti Ipad, bisa memiliki sejumlah buku bacaan," katanya.

Pertemuan Pengarang Indonesia yang dihadiri sekitar 100 orang penulis ternama Indonesia berkumpul di Makassar pada 25 - 27 November 2012.

Pertemuan tersebut untuk menggagas kesusastraan dan kesenian yang berkaitan dengan budaya, termasuk membahas masalah estetika sastra, internal dan eksternal sastra.

"Selain menggelar rapat, juga digelar kunjungan ke sejumlah tempat-tempat bersejarah seperti Makam Sultan Hasanuddin dan Syekh Jusuf yang berlokasi di Kabupaten Gowa, Sulsel," katanya. (T.S036/N005)
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar