Logo Header Antaranews Makassar

Pemprov Sulbar perkuat distribusi pasokan pangan untuk tekan inflasi

Rabu, 9 November 2022 20:52 WIB
Image Print
Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik (tengah) bersama Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulbar Hermanto (kanan) dan Bupati Majene Andi Acmad Syukri pada High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sulbar di Majene, Rabu (9/11/2022). ANTARA/HO/Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) akan memperkuat aspek distribusi pasokan pangan sebagai upaya menekan inflasi di daerah itu.

"Distribusi pasokan pangan menjadi kunci agar inflasi dapat ditekan," kata Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik, pada High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-Sulbar di Majene, Rabu.

Daerah yang memiliki pasokan lebih lanjut Akmal Malik, dapat menyuplai daerah yang mengalami kekurangan. "Inilah yang menjadi esensi," kata Akmal Malik.

Permasalahan inflasi lanjut Akmal Malik, menjadi perhatian Presiden dan itu telah ditindaklanjuti Mendagri yang meminta seluruh daerah memberikan perhatian yang serius, begitu juga di Sulbar.

"Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia yang memberikan perhatian dan kolaborasi bersama untuk menekan inflasi," kata Akmal Malik.

Penjabat Gubernur mengatakan beras dan minyak masih menjadi penyumbang Inflasi. "Padahal Sulbar surplus. Distribusi pasokan pangan secara merata itulah yang menjadi kunci untuk menekan inflasi," katanya.

Persoalan tata kelola menurut Akmal Malik, selama ini masih menjadi persoalan banyaknya anggaran terkait penanganan inflasi yang tidak tersalurkan dengan maksimal.

Ia kemudian memerintahkan kepala dinas terkait untuk melakukan pengadaan bibit tanaman yang potensial di setiap kabupaten untuk dilakukan penanaman sebagai antisipasi ancaman inflasi pada Desember 2022.

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Sulbar Hermanto mengaku bersyukur, perekonomian menunjukkan hal positif, karena pertumbuhan ekonomi Sulbar berdasarkan data BPS tumbuh 3,39 persen.

"Meningkat dibandingkan sebelumnya, ini tentunya hal yang positif sejak COVID-19 kita mengalami pertumbuhan negatif dan saat ini positif lagi," kata Hermanto.

Namun secara nasional, Sulbar dibandingkan provinsi lain lanjut Hermanto, berada di nomor enam terendah dengan pertumbuhan ekonomi secara tahunan pada Oktober 2022 sebesar 5,26 persen.

"Namun kita masih punya dua bulan, yakni November dan Desember 2022, risiko inflasi cukup tinggi. Sehingga ini menjadi perhatian untuk menekan infalasi, khususnya untuk pangan," jelas Hermanto.

Penjabat Gubernur mengingatkan bahwa Sulbar dapat kembali mengalami inflasi jika hal tersebut tidak ditangani dengan serius.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026