
ATM Mandiri Diledakkan Pakai Minyak Tanah

"Berdasarkan hasil Labfor Polri, pelaku mengunakan bahan bakar accelerant jenis minyak tanah," kata Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar Ajun Komisaris Besar Eko Wagiyanto di Makassar, Selasa.
Hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Makassar membantah dugaan awal kepolisian terkait ATM diledakkan menggunakan bom molotov.
Eko juga mengaku, polisi telah mengidentifikasi dua orang sebagai pelaku peledakan berdasarkan rekaman CCTV, namun masih sulit dikenali karena menggunakan helm tertutup.
Dalam rekaman tersebut, sebut dia, terekam seseorang menggunakan helm tutup
warna hitam, jaket putih dan celana jeans warna biru menyiram salah satu box mesin.
"Pelaku terlihat masuk ATM, lalu menyiram menggunakan bahan bakar. Setelah itu terjadi ledakan dan kebakaran. Sementara pelaku lainnya berada diluar menunggu di atas sepeda motornya," papar dia.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sulselbar Komisaris Besar Endi Sutendi menyatakan, sampai saat ini penyidik telah memeriksa empat saksi diantaranya, Satpam Bank Sulselbar, AB, Satpam Bank Mandiri, BU, selanjutnya Karyawan Bank Mandiri, MA serta seorang warga, HAR.
Berdasarkan keterangan satpam setempat, awalnya mendengar suara mirip tabrakan, saat diperiksa ternyata tidak ditemukan dan melihat ATM tersebut sudah terbakar serta melihat dua orang mengunakan sepeda motor terburu-buru meninggalkan lokasi.
Sementara warga berinisial HAR , tambah Endi, saat memberi keterangan mengaku melihat pelaku berhelm tutup hitam, berjaket putih dan celana jeans biru berlari ke luar dari gerai menuju rekannya, yang sudah menunggu di atas sepeda motor.
"Teman (pelaku) telah menunggu di luar dalam keadaan mesin motor hidup. Saksi sempat coba memadamkan api," kata Endi. Pelaku utama berperawakan kecil. Tingginya sekira 167 centimeter.
Peledakan ATM Bank Mandiri itu, kata dia, mendapat perhatian khusus dandipantau dari Mabes Polri. terkait dengan isu teroris, pihaknya belum bisa membuktikan karena modus pelaku yang tidak mengunakan bom karena isi brangkas masih utuh.
katanya.
Pengamat Kepolisian Universitas 45 Makassar Prof Marwan Mas mengatakan, kasus peledakan ATM Mandiri serta maupun rentetan kasus serupa harus diungkap segera oleh aparat kepolisian.
"Harus dibangun sinergi antara polisi dan perbankan untuk mencegah kejadian berulang. Langkah konkretnya adalah mengintensifkan patroli dan memperketat sistem dan pola pengamanan yang mesti diberlakukan, maka kejahatan serupa tidak akan merajalela," tandasnya. (T.KR-DF/R02)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
