
Kawasan Energi Center Solusi Yang Tepat

Makassar (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin meminta kepada pihak PT (Persero) Pertamina Regional V Makassar agar mencari lokasi yang menjadi Kawasan Energi Center sebagai solusi yang tepat untuk mengantisipasi kebakaran besar.
"Sebaiknya pihak PT Pertamina Regional V Makassar segera mencari lokasi yang tepat untuk dijadikan kawasan energi center sebagai solusi tepat bagi PT Pertamina dan masyarakat," ujarnya, di Makassar, Sabtu.
Ilham mengaku, kebakaran yang terjadi di depot pengisian bahan bakar minyak dan gas (BB Migas) Jalan Satando Makassar, Sabtu pagi sekitar pukul 09.05 Wita, merupakan kebakaran yang berada di kawasan padat penduduk.
"Kebakaran yang terjadi di depo pengisian BB Migas itu merupakan kebakaran yang disebabkan oleh kelalaian manusia, apalagi kebakarannya berada di kawasan padat penduduk dan itu sangat berbahaya bagi masyarakat setempat," ucapnya.
Karena itu, lanjutnya, Pemkot Makassar akan berupaya mencarikan tempat yang pas dan strategis untuk pengisian bahan bakar minyak dan gas.
"Semua sudah kita tuangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Energi Center yang nantinya akan jauh lebih aman jika depo pengisiannya berada di daerah yang tepat," ucapnya.
Walikota juga menghimbau kepada pihak PT Pertamina Region V Makassar untuk mendukung fasilitas pengamanan dan alat pemadam kebakaran yang memadai.
Dicontohkannya, jumlah banker PT Pertamina Regional V Domestik itu sangat besar, namun volume alat pemadam kebakarannya yang kurang memadai sehingga petugasnya sulit memadamkan api.
"Kami hanya berharap agar ke depanya, PT Pertamina bisa menyediakan alat pemadam kebakaran yang lebih memadai lagi supaya bisa melakukan antisipasi dini," harapnya.
Dalam kebakaran hebat yang terjadi di Depo Pertamina Region V Pelabuhan Makssar menewaskan Najamuddin, sopir mobil skidtank elpiji.
Jenazah Najamuddin (40) ditemukan dalam keadaan terpanggang di belakang kemudi mobilnya, sekitar pukul 12.10 Wita oleh petugas yang menyisir peristiwa kebakaran tersebut.
Najamuddin alias Mu'ja ini diperkirakan tidak dapat meloloskan diri saat api sudah menjalar dan membakar skidtank yang ia bawa.
Najamuddin adalah sopir yang mengoperasikan mobil pengisian gas atau skidtank bernomor polisi DD 9835 AR milik PT Permata Alam Sulawesi.
Mobil Skidtank inilah yang membawa elpiji ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBB) Elpiji yang ada di Makassar
Keadaan jenazah sopir ini, sudah gosong dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mappa Oudang sekitar pukul 13.00 Wita.
(T.PK-MH/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
