Logo Header Antaranews Makassar

DPRD Sarankan Tambah Fly Over Atasi Kemacetan

Senin, 25 Februari 2013 17:32 WIB
Image Print

Makassar (Antara News) - DPRD Makassar menyarankan Pemerintah Kota (pemkot) Makassar agar menambah fly over atau jembatan layang sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan.

"Saya rasa lebih maksimal dan efektif serta efisien dalam mengurai kemacetan di Makassar dengan menambah fly over, daripada harus mengerjakan monorel," kata anggota DPRD Makassar Mudzakkir Ali Djamil di Makassar, Senin.

Menurut dia, pembangunan monorel dengan investor lokal berkelas nasional Kalla Group punya masih punya beberapa kendala admnistratif termasuk masalah anggaran yang cukup besar sekitar 60 miliar dibadingkan membangun satu fly over.

"Masalah macet ini sangat mendesak agar segera dibenahi bersama. Menurut saya monorel masih sebatas wacana tahun ini, jadi lebih baik kita kerjakan yang kecil-kecil dulu-lah baru kita pilkirkan monorel, setelah fly over sudah rampung," ucapnya.

Muzakkir menyebutkan, untuk mengurai kemacetan Makassar masih membutuhkan sekitar 4-5 fly over di jalan-jalan strategis seperti di jalur persimpangan jalan yang padat kendaraan.

Anggota Komisi C Bidang Perekonomian mencontohkan seperti di persimpangan antara jalan Boulevard-AP Pettarani, kemudian jalan Alauddin-AP Pettarani, serta jalan menghubungkan Perintis Kemerdekaan-Daeng Sirua, hingga jalur persimpangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Senada, Stefanus Suardi Hiong juga anggota DPRD Makassar mengatakan, daripada menunggu proyek monorel yang belum jelas, sebaiknya Pemkot dan Pemprov Sulsel secara bersama serius mengatasi kemacetan yang semakin parah.

"Jalur darat saja belum bisa diatasi, dan sudah merencanakan jalur monorel. Atasi dulu kemacetan di darat baru didukung langkah selanjutnya," ucapnya.

Separator atau pembatas jalur di Jalan Provinsi, kata dia, akan mubazir apaabila tidak dipikirkan bagaimana penanganan kemacetan secara konverensif, apalagi tidak melihat kepentingan pengguna jalan.

"Yang dapat memberikan pencerahan mengenai kemacetan ini, sebaiknya dikembalikan kepada penataan RTRW. Untuk itu mari duduk bersama membahas masalah ini, seperti Pemkot dan Pemrov, termasuk semua stakeholder lainnya," ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Makassar tahun 2011 total kendaaraan bermotor sebanyak 858.118 unit, seperti roda dua sebanyak 703.191 unit, roda empat sebanyak 154.094 unit. Hingga akhir tahun 2012, volume kendaraan diperkirakan meningkat hingga 9%.

Panjang jalan berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar 1.593,46 kilometer. Jalan nasional sepanjang 45,29 kilometer dan jalan kota 1.548,17 km dengan kondisi jalan rata-rata baik. Sementara pertumbuhan panjang jalan hanya sebesar 1-35 km per tahun. (Editor : Biqwanto Situmorang)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026